peezycoineth.vip

Nabire bangun 5 sumur bor atasi kekeringan lahan pertanian - ANTARA News Papua Tengah

2026-08-27 23:51

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, membangun sumur bor di lima titik untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian dampak fenomena El Nino.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Yulianus Passang di Nabire, Kamis, mengatakan wilayah pertanian seperti Distrik Nabire Barat menjadi salah satu fokus pembangunan sumur bor guna menjaga produksi petani.

"Dua minggu yang lalu saya rapat dengan BNPB pusat dan sudah minta 250 sumur bor dan lima unit mobil tangki air. Sudah disetujui hanya belum dikirim," katanya.

Ia mengatakan Pemkab Nabire tidak akan menunggu seluruh bantuan dari BNPB terealisasi untuk mulai membangun sumur bor karena kebutuhan air masyarakat sudah mendesak.

Pemkab Nabire telah memberikan dukungan anggaran kepada Kodim 1705/Nabire untuk mempercepat pembangunan sumur bor, sementara lokasi pengeboran akan disurvei berdasarkan kebutuhan masyarakat.

"Walaupun bantuan dari BNPB belum datang, pemerintah pasti akan mulai mengerjakan sebagian," ujarnya.

Pemkab Nabire juga akan melibatkan dunia usaha dalam penyediaan sumur bor, termasuk perbankan dan perusahaan kontraktor yang beroperasi di daerah tersebut.

"Kita akan minta sumbangsih mereka untuk sumur bor. Termasuk kontraktor-kontraktor yang besar itu, kita minta agar mereka bisa menanggulangi mungkin satu sumur," katanya.

Ia menegaskan penanganan kekeringan merupakan tanggung jawab bersama karena kebutuhan air tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga aktivitas rumah tangga masyarakat.

Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto T mengatakan pihaknya menyiapkan pembangunan sumur bor pada lima titik di Nabire Barat yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak kekeringan paling parah.

Penentuan lokasi dilakukan bersama pemerintah distrik dan masyarakat dengan mempertimbangkan tingkat kekeringan serta kemudahan akses agar sumber air dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Setelah titik ditentukan, Kodim bersama Yonif TP 804/DBAY melakukan survei menggunakan alat geolistrik guna mengetahui potensi dan kedalaman sumber air.

"Kalau kemarin penyampaian Bapak Bupati kan lima titik di Nabire Barat. Jadi nanti kita coba cari lima yang sekiranya bisa membuat akses masyarakat itu gampang memperoleh air," katanya.

Ia berharap pihak distrik dapat segera menentukan titik-titik sumur yang tidak jauh dari warga dan wilayah pertanian sehingga pengeboran bisa segera dilakukan.

Menurutnya, waktu pengerjaan bergantung pada kondisi tanah dan kedalaman sumber air. Pengeboran di wilayah pesisir relatif dapat diselesaikan sekitar satu minggu, sedangkan daerah dengan struktur tanah keras membutuhkan waktu lebih lama.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.