peezycoineth.vip

Nasabah PNM olah sabut kelapa dan serap tenaga kerja pesisir

2026-09-30 11:11

Jakarta (ANTARA) - Nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Iga Analusya, mengembangkan usaha yang mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah sekaligus menyerap tenaga kerja di wilayah pesisir setempat.

Usaha bernama Farilla Craft di Padang, Sumatera Barat, itu memproduksi berbagai kerajinan, mulai dari tas, dompet, pot, hingga dekorasi berbahan sabut kelapa.

Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan PNM di Jakarta, Rabu, usaha Iga tersebut berawal dari pelatihan pengolahan sabut kelapa yang diikutinya pada 2021 setelah melihat banyak limbah bahan baku itu belum dimanfaatkan.

“Kita lihat limbah sabut kelapa itu tidak dimanfaatkan, padahal potensinya besar,” ujar Iga.

Pengembangan usaha kemudian didukung pembiayaan dari PNM Mekaar sejak akhir 2023. Iga menerima modal awal sebesar Rp3 juta untuk membeli bahan baku agar proses produksi dapat berjalan tanpa menunggu pesanan terlebih dahulu.

Seiring perkembangan usaha, plafon pembiayaan yang diterimanya meningkat menjadi Rp8,5 juta.

Farilla Craft kini melibatkan sekitar 15 hingga 20 perajin, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di kawasan pesisir tempat usaha tersebut beroperasi.

Dalam produksi skala besar, usaha itu mampu mengerjakan hingga sekitar 100 produk dalam satu siklus produksi selama kurang lebih tiga minggu.

Selain pembiayaan, Iga juga mengikuti program pendampingan Mekaarpreneur 2026 yang memberikan pelatihan terkait pengelolaan usaha berbasis teknologi dan pemasaran melalui media sosial.

Menurut dia, pendampingan tersebut membantu pelaku usaha menyesuaikan produk dengan perkembangan selera pasar, termasuk konsumen usia muda.

Iga menambahkan, penggunaan modal usaha selalu direncanakan sejak awal agar pembiayaan dapat diarahkan langsung untuk kebutuhan produksi.

Ke depan, ia menargetkan perluasan galeri usaha serta peningkatan keterlibatan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga di sekitar pesisir Padang dalam kegiatan produksi.

Sementara itu, Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas apabila diikuti dengan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

“Ibu Iga adalah contoh nyata bahwa modal hanyalah awal, tapi ketekunan dan kerja keras yang diiringi dengan pendampingan mampu membawa manfaat yang lebih luas dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan,” kata Kindaris.

Baca juga: Blangkon Jawa tetap hidup di tengah zaman bersama PNM Mekaar

Baca juga: PNM Jambi bina nasabah lewat pengolahan sampah dan budidaya jamur

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.