National Hospital dukung penguatan ekosistem Parkinson Indonesia - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - National Hospital mendukung penguatan ekosistem layanan Parkinson di Indonesia melalui Indonesia Parkinson Ecosystem Forum 2026 yang digagas Yayasan Sahabat Parkinson Indonesia.
"Kami di bagian medis hanya bagian kecil dari ekosistem perawatan pasien Parkinson. Ada caregiver, keluarga, komunitas, dan berbagai bentuk dukungan lainnya. Yang penting adalah saling menyemangati, membangun optimisme, semangat, dan percaya diri," ujar dokter spesialis bedah saraf konsultan neurofungsional dan Parkinson di National Hospital, Dr. dr. Achmad Fahmi, Sp.BS., Subsp.NF(K), FINPS, IFAANS, dalam keterangan, Selasa.
Forum bertema "Membangun Ekosistem Parkinson Indonesia: Dari Kepedulian Menuju Kolaborasi Terintegrasi" itu mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor kesehatan, pemerintah, organisasi profesi, akademisi, rumah sakit, hingga komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Achmad Fahmi hadir sebagai salah satu narasumber sekaligus bagian dari kontribusi National Hospital dalam berbagi pengetahuan mengenai tata laksana Parkinson, khususnya intervensi bedah saraf dan terapi Deep Brain Stimulation (DBS) bagi pasien sesuai indikasi.
Ia juga tercatat sebagai salah satu pionir implementasi DBS untuk Parkinson di Indonesia.
Menurut Achmad Fahmi, penanganan Parkinson tidak hanya mengandalkan intervensi medis, tetapi membutuhkan dukungan jangka panjang dari keluarga, caregiver, dan komunitas agar pasien dapat menjalani kehidupan secara lebih optimal.
"Harapan kami, Sahabat Parkinson Indonesia terus berkelanjutan untuk saling menyemangati dalam jangka panjang, supaya kualitas hidup menjadi jauh lebih baik. Meskipun ada DBS, terapi maupun obat-obatan, yang paling penting juga adalah optimisme, semangat, dan percaya diri," katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Parkinson Indonesia Albert Sebastian mengatakan Parkinson tidak hanya berkaitan dengan tremor dan gangguan gerak, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup, keluarga, pekerjaan, serta kemandirian penyandangnya.
"Parkinson bukan hanya tentang tremor dan gerakan yang melambat. Parkinson menyangkut kualitas hidup, keluarga, pekerjaan, kemandirian, dan masa depan. Karena itu, kita membutuhkan bukan sekadar kepedulian, tetapi kolaborasi yang terintegrasi," ujar Albert.
Ia menambahkan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengubah pandangan terhadap penyandang Parkinson sebagai individu yang tetap memiliki semangat berkarya dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat.
Melalui forum tersebut, Sahabat Parkinson Indonesia bersama mitra, termasuk National Hospital, mendorong penguatan dukungan berkelanjutan bagi penyandang Parkinson dan caregiver guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.