peezycoineth.vip

Nova Widianto gantikan Rionny tangani ganda campuran pelatnas

2026-08-05 06:54

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menunjuk Nova Widianto sebagai kepala pelatih ganda campuran pelatnas menggantikan Rionny Mainaky.

“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

“Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” katanya menambahkan.

Nova mengisi posisi yang ditinggalkan Rionny setelah PBSI berpisah dengan mantan kepala pelatih ganda campuran tersebut dan asistennya, Amon Sunaryo, pada akhir Juli menyusul evaluasi terhadap program pembinaan sektor itu.

Penunjukan tersebut menjadi periode kedua bagi Nova menangani ganda campuran pelatnas yang sebelumnya dipercaya menduduki posisi yang sama pada 2021.

Nova kembali ke Pelatnas PBSI setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala pelatih ganda campuran tim nasional Malaysia pada akhir Juli.

Selama menangani Malaysia, Nova turut mengembangkan sejumlah pasangan hingga mampu bersaing di papan atas dunia.

Pencapaian terbesarnya adalah mengantarkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi pasangan ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF 2025.

Chen/Toh meraih gelar tersebut setelah mengalahkan pasangan China Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dengan skor 21-15, 21-14 pada pertandingan final di Paris, Prancis.

Kehadiran Nova diharapkan dapat mempercepat regenerasi sekaligus meningkatkan prestasi ganda campuran Indonesia yang tengah berupaya kembali bersaing di jajaran elite dunia.

Pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, 17-23 Agustus, Indonesia akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Sementara itu, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak mengikuti kejuaraan tersebut.

Sebagai pemain, Nova merupakan salah satu pebulu tangkis ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Bersama Liliyana Natsir, Nova meraih gelar juara dunia pada 2005 dan 2007 serta mempersembahkan medali perak Olimpiade Beijing 2008.

PBSI berharap pengalaman Nova sebagai pemain dan pelatih dapat memperkuat proses pembinaan serta membawa ganda campuran Indonesia kembali menjadi salah satu kekuatan utama dunia.