NPCI Kabupaten Bogor gembleng 210 atlet disabilitas lewat Pelatcab untuk hadapi kompetisi - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor menggembleng 210 atlet disabilitas melalui Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) untuk menghadapi berbagai kompetisi.
Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbah di Cibinong, Senin, mengatakan program Pelatcab berlangsung pada 3 September–21 November 2026 dengan melibatkan atlet dari 17 cabang olahraga.
“Pelatcab ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan fisik, teknik, mental, dan kemampuan bertanding para atlet sebelum mengikuti kompetisi," kata Misbah.
Sebanyak 17 cabang olahraga dalam Pelatcab itu terdiri atas anggar kursi roda, angkat berat, atletik, balap sepeda, boccia, bulu tangkis, catur, goalball, judo tunanetra, menembak, panahan, renang, taekwondo, boling tenpin, tenis kursi roda, tenis meja, dan voli duduk.
Baca juga: 210 atlet NPCI Kabupaten Bogor ikut Pelatcab
Misbah menjelaskan sebagian besar kegiatan latihan dipusatkan di kawasan Gelora Pakansari, Cibinong. Sementara itu, latihan cabang olahraga renang dilaksanakan di Kolam Renang Fishing Valley.
“Kami menyesuaikan lokasi latihan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Mayoritas berada di kawasan Gelora Pakansari, sedangkan untuk renang dilaksanakan di Fishing Valley,” ujarnya.
Khusus cabang olahraga judo tunanetra dan boling tenpin, kata dia, latihan dilaksanakan di Bandung karena mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan para atlet.
NPCI Kabupaten Bogor berharap Pelatcab tersebut mampu meningkatkan kesiapan dan performa atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan.
“Harapannya, seluruh atlet bisa mengikuti program latihan dengan maksimal sehingga ketika turun dalam pertandingan sudah berada dalam kondisi terbaik,” kata Misbah.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.