peezycoineth.vip

OJK gencarkan edukasi mahasiswa untuk waspada aktivitas keuangan ilegal - ANTARA News Jawa Barat

2026-08-10 16:36

Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus gencar mengedukasi mahasiswa sebagai kalangan generasi muda di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat untuk memiliki kecerdasaran keuangan dan mewaspadai bahaya aktivitas keuangan ilegal yang saat ini semakin menyasar anak muda.

"Memasuki dunia perkuliahan menjadi awal kemandirian finansial bagi banyak mahasiswa. Karena itu, penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak," kata Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin.

Ia menuturkan, selama ini OJK Tasikmalaya hadir menemui mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi yang ada di wilayah kerja OJK Tasikmalaya meliputi Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Terakhir, kata dia, OJK Tasikmalaya menggelar kegiatan memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya OJK membekali mahasiswa agar mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta terhindar dari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang semakin menyasar generasi muda.

"Memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan," katanya.

Ia menyampaikan, edukasi keuangan menjadi salah satu materi pembekalan bagi mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perkuliahan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

Mahasiswa, kata dia, merupakan kelompok yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, namun juga rentan menjadi sasaran berbagai modus kejahatan keuangan seperti pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, hingga perjudian daring.

"Jangan sampai masa depan yang seharusnya dipenuhi prestasi justru terganggu karena terjebak pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun berbagai modus penipuan digital," kata Andriani.

Ia mengingatkan mahasiswa agar bijak memanfaatkan layanan paylater, yakni hanya digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif atau mengikuti tren akibat fenomena ikut-ikutan orang lain.

Mahasiswa, lanjut dia, diimbau untuk selalu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan agar tidak terjebak dalam beban utang yang dapat mengganggu kondisi keuangan pada masa mendatang.

Ia berharap, mahasiswa Unpad tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan finansial sebagai bekal dalam menjalani kehidupan kampus dan memasuki dunia kerja.

Ia juga berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan informasi yang benar mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada keluarga maupun masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam mencegah maraknya aktivitas keuangan ilegal.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.