peezycoineth.vip

OJK tekankan perbankan di Ciayumajakuning perlu perkuat sektor produktif - ANTARA News Jawa Barat

2026-07-18 15:21

Majalengka (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri perbankan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat (Jabar), perlu memperkuat pembiayaan sektor produktif, agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan fungsi intermediasi perbankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembiayaan yang berkualitas.

Menurut dia, keberhasilan industri perbankan tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset, laba, maupun ekspansi bisnis, namun juga dampaknya terhadap perkembangan ekonomi daerah.

"Perbankan harus mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi melalui pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran kepada sektor-sektor produktif," katanya lagi.

Ia mengatakan pembiayaan yang optimal dapat memperkuat dunia usaha, mendorong UMKM naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dian meminta perbankan di Ciayumajakuning, memahami karakteristik ekonomi di setiap daerah, agar strategi pembiayaan sesuai dengan potensi unggulan wilayah masing-masing.

"Dana masyarakat yang dihimpun perbankan harus kembali menjadi energi bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif," ujarnya pula.

Ia menyampaikan selain memperkuat fungsi intermediasi, perbankan pun perlu menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, integritas, serta terus berinovasi menghadapi perubahan ekonomi.

"Kami ingin industri perbankan tumbuh sehat sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus berkembang," katanya lagi.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan penguatan industri perbankan menjadi investasi jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.

Ia menyebut penyaluran kredit BPR di Ciayumajakuning hingga triwulan I-2026 mencapai Rp2,16 triliun, tumbuh 7,55 persen sejak awal tahun dan 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pihaknya mendata aset BPR mencapai Rp2,96 triliun atau tumbuh 7,02 persen secara tahunan, dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp2,24 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di level 21,74 persen.

"Kinerja tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pembiayaan sektor produktif. Semakin kuat perbankan, semakin besar peluang UMKM berkembang, investasi meningkat, dan ekonomi Ciayumajakuning bertumbuh," kata Agus.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK: Perbankan di Ciayumajakuning perlu memperkuat sektor produktif

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.