Olike: Orang Indonesia Punya Selera Audio Berbeda, Bass Haru
Selular.ID – Spesifikasi chipset, kapasitas baterai dan fitur noise cancellation mungkin menjadi sejumlah parameter ketika konsumen memilih perangkat audio.
Namun bagi Olike, ada satu faktor lain yang tidak kalah penting: selera konsumen lokal.
Head of Product Olike Indonesia, Oscar Wan Chigang, mengatakan karakter konsumen Indonesia memiliki sejumlah preferensi yang berbeda dibandingkan pasar lainnya. Salah satunya adalah karakter suara.
Menurutnya, konsumen Indonesia cenderung menyukai suara dengan deep bass atau dentuman bass yang kuat.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika Olike mengembangkan produk audio untuk pasar Indonesia.
Tidak Bisa Sekadar Copy-Paste Produk
Oscar memiliki pengalaman bekerja di beberapa negara, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat dan Eropa.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa sebuah produk yang berhasil di satu negara belum tentu memiliki formula yang sama ketika dibawa ke pasar Indonesia.
“Detail kebutuhan konsumen Indonesia berbeda,” ujarnya.
Baca juga:
- Bukan Cuma Shopee dan TikTok, Olike Ungkap Alasan Toko Fisik Masih Penting
- Olike Ungkap Kunci Bertahan di Pasar Aksesori Indonesia: Bukan Sekadar Murah
Menurut Oscar, pemahaman tersebut tidak bisa hanya diperoleh melalui riset pasar dari jarak jauh.
Tim produk harus turun langsung dan melihat bagaimana konsumen menggunakan perangkat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut juga berlaku untuk aspek desain. Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu yang relatif panas dan tingkat kelembapan tinggi.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pengalaman menggunakan perangkat, termasuk material dan finishing produk.
Tangan yang mudah berkeringat, misalnya, harus menjadi pertimbangan dalam menentukan material agar produk tetap nyaman dan tidak mudah mengalami perubahan tampilan.
TWS Harus Menyesuaikan Kebiasaan Pengguna
Olike melihat TWS sebagai salah satu kategori yang berkembang sangat cepat.
Perubahan chipset membuat produsen dapat menghadirkan fitur baru dalam waktu relatif singkat.
Namun teknologi saja tidak cukup. Menurut Oscar, ada beberapa fitur yang justru sangat relevan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.
Salah satunya adalah noise cancellation dan transparent mode.
Indonesia memiliki jumlah pengguna sepeda motor yang besar. Selain itu, masyarakat juga banyak menggunakan transportasi umum.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan mendengarkan lingkungan sekitar menjadi penting.
Transparent mode memungkinkan pengguna tetap mendengarkan suara dari luar tanpa harus melepas TWS.
“Pengguna harus tetap bisa mendengar suara sekitar, misalnya pengumuman atau kondisi lalu lintas,” jelas Oscar.
Baterai Jadi Pertimbangan
Konsumen Indonesia juga memiliki karakter sebagai pengguna perangkat yang aktif.
Karena itu, daya tahan baterai menjadi pertimbangan penting.
Untuk pengguna berat, Oscar menilai perangkat idealnya mampu digunakan selama satu hingga dua hari sebelum kembali diisi daya.
Selain baterai, faktor ergonomi juga tidak kalah penting.
Ukuran TWS harus sesuai dengan telinga pengguna lokal sehingga nyaman digunakan dalam waktu lama.
Artinya, pengembangan produk audio bukan hanya soal mengejar chipset terbaru.
Teknologi harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang relevan dengan kebiasaan konsumen.
Headset Kabel Kembali Dilirik
Menariknya, di tengah popularitas TWS, Oscar justru melihat adanya fenomena lain: headset kabel kembali mendapatkan perhatian.
Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya penggunaan smartphone secondhand, termasuk iPhone bekas.
Selain itu, kebutuhan terhadap kualitas suara yang stabil untuk panggilan WhatsApp maupun Zoom juga menjadi alasan headset kabel tetap memiliki pasar.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu berarti teknologi lama langsung menghilang.
Ada segmen konsumen yang tetap mencari solusi sederhana, stabil dan sesuai kebutuhan.
Audio Masih Menjadi Kategori Menjanjikan
Bagi Olike, audio masih menjadi salah satu kategori yang memiliki potensi pertumbuhan besar.
Produk seperti TWS dan speaker menjadi pendorong utama bisnis perusahaan.
Bahkan, speaker Olike disebut menjadi salah satu kategori yang menonjol di platform e-commerce seperti TikTok pada tahun sebelumnya.
Selain audio, smartwatch juga menjadi salah satu kategori yang sejak awal menjadi bagian penting dari portofolio Olike.
Ke depan, perusahaan juga melihat potensi besar pada kategori charger dan powerbank.
Semakin panjang masa penggunaan smartphone dan semakin pentingnya fitur perlindungan kesehatan baterai, kebutuhan terhadap perangkat pengisian daya diperkirakan tetap tinggi.
Pada akhirnya, persaingan aksesori bukan hanya mengenai siapa yang memiliki teknologi paling baru.
Yang lebih menentukan adalah siapa yang paling memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan oleh konsumennya.
