Ortu Wajib Simak, Ini Durasi Tidur Anak Berdasarkan 6 Tahapan Usia
Jakarta, CNN Indonesia --
Durasi tidur ideal anak menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan oleh orang tua. Seperti orang dewasa, anak juga membutuhkan waktu tidur yang cukup sesuai usianya.
Anak-anak membutuhkan tidur supaya kondisi mereka optimal. Anak-anak dengan tidur yang cukup akan mengalami peningkatan dalam hal perhatian, perilaku, kemampuan belajar, daya ingat, pengaturan emosi, kesehatan mental, fisik dan kualitas hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Durasi tidur ideal anak
Mengutip laman Kids Health, anak yang kurang tidur akan menunjukkan beberapa sifat seperti hiperaktif, sulit memusatkan perhatian, kesulitan dalam belajar, rewel, mudah marah, mudah menangis, serta suasana hati yang berubah-ubah.
Lantas, bagaimana durasi tidur ideal anak? Berikut ini penjelasannya.
1. Bayi baru lahir atau usia 0-3 bulan
Bayi baru lahir atau newborn membutuhkan waktu tidur kurang lebih 11 hingga 17 jam sehari, dikutip dari Cleveland Clinic.
Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, aktivitas bayi baru lahir tergolong sederhana. Mereka tidur, bangun, makan, buang air besar, dan mengulangi siklus tersebut setiap harinya.
Pilihan Redaksi
- 9 Tanda Anak Perlu Bertemu Psikolog, Ketahui Kapan Perlu Bantuan
- Ketahui Jenis-Jenis Magnesium dan Manfaatnya buat Tubuh
- 6 Kebiasaan yang Membantu Perpanjang Usia Sampai 100 Tahun
Spesialis tidur anak, Vaishal Shah mengatakan, otak bayi belum memiliki ritme sirkadian atau kemampuan untuk membedakan antara siang dan malam.
"Sekitar usia tiga hingga enam bulan, kita mulai melihat adanya perbedaan pola tidur malam dan siang mereka," tuturnya.
Pada tahap ini, pola tidur juga sangat bervariasi dan tersebar cukup merata antara siang dan malam sehingga tidak ada rekomendasi baku mengenai berapa lama bayi baru lahir harus tidur.
2. Usia 4 hingga 12 bulan
Bayi dengan usia 4 hingga 12 bulan disarankan tidur 12 hingga 16 jam, termasuk tidur siang.
Bayi usia 4 hingga 12 bulan biasanya sudah mengenali perbedaan siang dan malam. Mereka akan mulai membentuk pola tidur yang teratur.
Pada usia ini, orang tua perlu menghitung total waktu tidur, yakni gabungan antara tidur siang dan malam. Umumnya, bayi akan tidur sekitar enam hingga delapan jam di malam hari.
Sementara itu, sisanya akan dihabiskan untuk tidur siang. Contohnya, ada anak yang tidur siang satu kali atau dua bahkan tiga kali.
Bayi pada rentang usia 6 hingga 12 bulan biasanya sudah tidak memerlukan asupan makanan di malam hari, kecuali dalam kondisi medis tertentu. Selama bayi sehat, orang tua dapat menghentikan kebiasaan menyusu atau makan di malam hari pada usia tersebut.
3. Balita atau toddler (12 hingga 24 bulan)
Toddler disarankan memiliki durasi tidur selama 11 hingga 14 jam, termasuk tidur siang.
Orang tua dapat memperhatikan kebutuhan tidur pada toddler yang mulai berubah. Mereka akan tidur lebih lama di malam hari dan frekuensi tidur siangnya pun berkurang.
Banyak anak pada usia tersebut sangat bergantung pada rutinitas. Shah menjelaskan, orang tua dapat menetapkan batasan yang lembut tetapi tegas, rutinitas yang konsisten, serta memberikan penguatan positif terkait waktu tidur untuk membantu si kecil mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan.
4. Anak usia prasekolah (3 hingga 5 tahun)
Anak usia prasekolah membutuhkan durasi tidur selama 10 hingga 13 jam, dapat termasuk tidur siang.
Pada usia ini, anak sudah mulai meninggalkan kebiasaan tidur siang dan akan lebih banyak tidur di malam hari. Proses ini sering terjadi secara bertahap.
"Anak Anda mungkin tidur siang selang-seling atau terkadang mereka tidur siang selama beberapa hari namun tidak pada hari-hari lainnya," tuturnya.
Selama masa transisi ini, orang tua dapat menyediakan waktu tenang di sore hari agar anak bisa bersantai dan memulihkan energinya.
Namun perlu diingat, berhentinya kebiasaan tidur siang bukan berarti total jam tidur mereka harus berkurang. Orang tua dapat mempertimbangkan untuk memajukan jam tidur malam mereka guna menggantikan waktu tidur yang tidak lagi diperoleh di siang hari.
5. Anak usia sekolah (6 hingga 12 tahun)
Durasi tidur yang disarankan untuk anak usia sekolah adalah 9 hingga 12 jam.
Saat anak mulai sekolah, tugas utamanya adalah belajar. Tidur yang cukup akan sangat membantu mereka untuk tetap fokus dan terlibat aktif selama pelajaran berlangsung.
"Anak-anak yang kurang tidur lebih rentan mengalami masalah konsentrasi dan kesulitan berperilaku dengan baik di sekolah," ujar Shah.
Kurang tidur, lanjutnya, dapat berdampak sedemikian rupa sehingga mereka tertinggal dari teman-temannya saat belajar.
Selain itu, kurang tidur juga dapat menyulitkan anak-anak untuk mengimbangi kegiatan olahraga atau aktivitas ekstrakulikuler lainnya.
6. Remaja atau teenagers (13 hingga 18 tahun)
Ilustrasi durasi tidur ideal untuk anak. (iStockphoto/Deepak Sethi)
Remaja disarankan memiliki durasi tidur 8 hingga 10 jam. Sering kali, anak remaja mengabaikan tidur karena banyaknya aktivitas yang menyita waktu.
Akibatnya, remaja akan menjadi lebih lamban dan cepat lelah. Maka itu, remaja seharusnya memperoleh waktu tidur yang cukup.
Kesimpulannya, tidur merupakan hal paling mendasar bagi manusia dan dibutuhkan. Tidur yang cukup untuk anak-anak sangatlah penting untuk mendukung aktivitas serta tumbuh kembang mereka.
Demikian durasi tidur ideal anak yang perlu diketahui!
(glo/asr)