Otoritas Irak Temukan 375 kg Emas dalam Penyelidikan Kasus Korupsi
Bagikan:
JAKARTA - Sebanyak 375 kilogram emas berhasil ditemukan dalam penyelidikan yang terkait dengan Wakil Menteri Perminyakan yang ditahan, Adnan Al Jumaili, di Irak, demikian diumumkan oleh Dewan Kehakiman Tertinggi pada Hari Senin.
Ia ditangkap bulan lalu atas dugaan korupsi. Para penyelidik menduga, miliaran dolar suap dan penggelapan terkait dengan kontrak kilang minyak, menurut pejabat keamanan yang mengetahui kasus tersebut.
Kasus ini merupakan bagian dari kampanye anti-korupsi yang lebih luas yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Ali Al Zaidi setelah ia menjabat pada Bulan Mei.
"Dalam koordinasi dengan Wilayah Kurdistan, dan di bawah pengawasan Ketua Dewan Kehakiman Tertinggi, Hakim Faiq Zaidan, 358 kg emas telah ditemukan," demikian pernyataan dari dewan kehakiman, yang dimuat oleh media pemerintah Irak, dilansir dari The National (13/7)
Ditambahkan, sebanyak 17 kg emas lainnya disita dalam penyelidikan terpisah, sehingga totalnya menjadi 375 kg.
Lebih lanjut Dewan Kehakiman mengatakan, emas yang disita telah diserahkan kepada Bank Sentral Irak sebagai bagian dari upaya untuk menyelesaikan penyelidikan kasus Al Jumaili.
Sebelumnya, para penyelidik telah menemukan tumpukan uang yang disembunyikan di dalam botol air, dinding, dan pipa pembuangan dalam serangkaian penemuan mengejutkan sejak penangkapannya.
Lebih dari 100 juta dolar AS uang tunai telah disita. Bulan lalu, personel keamanan Irak menangkap 47 anggota parlemen dan pejabat lainnya dalam serangkaian penggerebekan.
BACA JUGA:
Beberapa tersangka yang terlibat dalam kasus Al Jumaili dapat dilindungi oleh undang-undang amnesti yang diubah pada Januari 2025, yang berarti mereka dapat lolos dari hukuman jika mereka mengembalikan dana yang belum dibayarkan.
Korupsi telah merajalela di Irak di bawah pemerintahan berturut-turut yang terpilih sejak invasi yang dipimpin AS pada tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.
Pada tahun 2021, mantan presiden Barham Salih memperkirakan 150 miliar dolar AS hilang akibat penggelapan sejak saat itu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+