peezycoineth.vip

Pakaian Nyaman Bisa Bantu Anak Lebih Leluasa Beraktivitas

2026-09-21 23:11

Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas fisik penting bagi tumbuh kembang anak. Namun, masih banyak anak dan remaja di Indonesia yang belum cukup aktif bergerak dalam kesehariannya.

Berdasarkan Physical Activity Factsheet: Indonesia 2024 yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 58 persen anak dan remaja Indonesia usia 10-14 tahun tergolong kurang aktif secara fisik. Angka tersebut mengacu pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Pada kelompok usia 15-19 tahun, proporsinya mencapai 50,4 persen. Kurangnya aktivitas fisik pada anak tentu dipengaruhi berbagai faktor. Pakaian bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa aktif seorang anak bergerak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kenyamanan pakaian dapat menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan orang tua, terutama ketika anak menjalani aktivitas yang beragam dalam satu hari.

Anak bisa berpindah dari kegiatan belajar di sekolah ke kelas olahraga, bermain bersama teman, beraktivitas di luar ruangan, hingga mengikuti kegiatan keluarga. Dalam kondisi tersebut, pakaian yang terlalu ketat, panas, gatal, atau membatasi gerak berpotensi membuat anak merasa tidak nyaman.

Karena itu, selain mempertimbangkan ukuran dan tampilan, orang tua dapat memperhatikan apakah pakaian memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk bergerak.

Hal tersebut juga sejalan dengan perubahan kebiasaan orang tua dalam memilih pakaian anak. Data Euromonitor International yang dipublikasikan melalui MarketResearch.com menunjukkan nilai penjualan ritel pakaian anak di Indonesia mencapai Rp16,8 triliun pada 2025, atau tumbuh 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pilihan Redaksi

  • Anak Tiba-tiba Tidak Mau Sekolah? Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua
  • Tak Lagi Cemas, Ini 8 Cara Mengatasi Anak Takut ke Dokter Gigi
  • Ini 7 Ciri Anak dengan EQ Rendah, Koreksi Sebelum Terlambat!

Laporan tersebut mencatat peningkatan pendapatan kelas menengah serta perhatian yang lebih besar terhadap kenyamanan dan keamanan anak turut mendorong pertumbuhan kategori pakaian anak.

Dalam memilih pakaian aktif, ada sejumlah hal sederhana yang dapat diperhatikan orang tua. Ukuran menjadi salah satunya. Pakaian sebaiknya tidak terlalu ketat hingga membatasi pergerakan, tetapi juga tidak terlalu longgar sehingga mengganggu aktivitas.

Material pakaian juga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Untuk negara dengan cuaca hangat dan lembap seperti Indonesia, bahan yang terasa nyaman ketika digunakan dalam waktu lama dapat membantu anak tetap leluasa beraktivitas.

Respons anak juga tidak kalah penting. Keluhan seperti gatal, kepanasan, pakaian terlalu ketat, atau sulit bergerak dapat menjadi petunjuk bahwa pakaian yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan demikian, orang tua tidak harus hanya berpatokan pada tampilan ketika membeli pakaian anak. Mendengarkan pengalaman anak saat mengenakan pakaian tersebut juga dapat membantu menentukan apakah pakaian akan benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Orang tua biasanya menjadi pihak yang menentukan pembelian, tetapi setelah itu anak membuat keputusan lain, apakah mereka mau memakai pakaian tersebut lagi atau tidak," ujar Managing Director moodytiger Indonesia Hengky Wijaya.

"Khusus untuk pakaian aktif, menurut kami pengalaman anak saat memakainya itu perlu ikut dipertimbangkan. Pakaian bisa saja terlihat bagus dan sesuai dengan ukuran anak, tetapi ketika anak merasa geraknya terbatas, kepanasan, atau tidak nyaman, hal-hal tersebut pada akhirnya bisa menjadi lebih penting daripada penampilan," lanjutnya.

Menurut Hengky, anak tidak harus menentukan setiap keputusan pembelian. Namun, mendengarkan apa yang mereka rasakan dapat membantu orang tua menemukan pilihan yang sesuai.

"Tujuannya bukan memilih antara apa yang dianggap praktis oleh orang tua dan apa yang disukai anak. Idealnya, keduanya bisa bertemu. Orang tua tetap dapat mempertimbangkan kualitas, material, dan kesesuaian penggunaan, sementara anak dapat memberi tahu apakah mereka benar-benar merasa nyaman saat bergerak," katanya.

Perhatian terhadap kenyamanan tersebut kemudian menjadi bagian dari perkembangan kategori pakaian anak, termasuk pakaian yang ditujukan untuk aktivitas olahraga dan kegiatan luar ruang.

Salah satu brand yang mengambil pendekatan tersebut adalah moodytiger, yang menawarkan pakaian aktif, alas kaki, dan aksesori untuk anak usia 4-16 tahun. Pilihan produknya mencakup kebutuhan untuk sejumlah aktivitas, seperti tenis, renang, golf, kegiatan luar ruang, hingga penggunaan sehari-hari.

Moodytiger membuka flagship store di Pacific Place, Jakarta, pada Desember 2025. Brand tersebut juga tercatat sebagai bluesign system partner, sebuah sistem yang berfokus pada penggunaan bahan kimia secara lebih bertanggung jawab serta efisiensi sumber daya dalam rantai pasok tekstil.

(tis/tis)