Pakar: Badan Industri Mineral krusial siapkan teknologi hilirisasi LTJ
Tugas BIM bersifat sebagai otak dan tata kelola
Jakarta (ANTARA) - Peneliti sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Badan Industri Mineral (BIM) memiliki peran krusial untuk menyiapkan kemampuan Indonesia dalam mengolah atau melakukan hilirisasi terhadap logam tanah jarang (LTJ).
“Tugas BIM bersifat sebagai otak dan tata kelola,” ujar Yayan ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Yayan menyampaikan bahwa BIM berperan untuk mempercepat penelitian dan pengembangan, menemukan metode pengolahan yang lebih efisien, menyusun tata kelola mineral strategis, serta menjembatani hasil riset ke industri.
Untuk LTJ, lanjut dia, peran tersebut menjelma menjadi tiga hal, yakni menguasai teknologi pemisahan yang selama ini tidak dimiliki oleh Indonesia; kemudian menyiapkan standar penanganan bahan radioaktif (torium dan uranium) yang menyertai monasit; serta membangun kemampuan uji dan sertifikasi kandungan LTJ.
Yayan menjelaskan kompleksitas hilirisasi LTJ diakibatkan oleh komposisi dari LTJ. Sebagian besar LTJ di Indonesia merupakan hasil ikutan penambangan timah di Bangka Belitung.
Baca juga: Indonesia akan bangun pabrik magnet permanen dari LTJ
Baca juga: MIND ID perluas hilirisasi bauksit ke logam tanah jarang
“Nilai logam tanah jarang terpusat pada empat logam magnet, yakni neodimium, praseodimium, disprosium, terbium. Hanya sekitar 24 persen dari massa, tetapi 91 persen dari nilai (harga),” ujar Yayan.
Akan tetapi, Yayan menyampaikan Indonesia belum memiliki pabrik pemisahan untuk keempat magnet tersebut.
Oleh karena itu, Yayan menilai kehadiran BIM bertujuan untuk menyiapkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan teknologi pemisahan dan riset ihwal LTJ yang dimiliki Indonesia.
“Pabrik pemisahan inilah yang selama ini tidak ada. Jalinlah kerja sama dengan pemilik teknologi, misalnya Lynas di Malaysia dan mitra India, untuk memangkas waktu belajar,” kata Yayan.
Yayan meyakini BIM dapat menjawab kendala teknologi, tata kelola, dan penanganan bahan radioaktif dalam rencana pemerintah untuk melakukan hilirisasi LTJ.
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan hilirisasi dan penataan BUMN saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara.
Adapun, pertemuan tersebut berlangsung di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, Jumat (4/9).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9), menyampaikan percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Pemerintah petakan kandungan logam tanah jarang di ekspor mineral
Baca juga: KSP: Pemerintah sempurnakan regulasi terkait LTJ dan unsur radioaktif
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.