peezycoineth.vip

Papua Barat Daya matangkan persiapan Papeda Summit 2026 - ANTARA News Papua Tengah

2026-08-27 23:55

Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mematangkan persiapan pelaksanaan Papua Sustainable Development (Papeda) Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2-4 September 2026 di Kota Sorong.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat memimpin rapat finalisasi pelaksanaan Papeda Summit 2026 di Kota Sorong, Kamis, meminta seluruh panitia memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dipersiapkan secara matang.

Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama seluruh panitia untuk memastikan kegiatan berjalan sukses serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.

"Panitia harus solid, bekerja bersama, terbuka dan transparan. Jangan ada kecurigaan di antara kita. Jaga hati dan jaga kekompakan," kata Elisa.

Menurut dia, keterlibatannya dalam Papeda Summit bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi merupakan bentuk kepedulian, komitmen, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan Papua Barat Daya dan Tanah Papua.

"Kita ingin memberikan sesuatu untuk masa depan tanah dan negeri kita. Ini bagian dari kontribusi kita yang nyata," ujarnya.

Elisa juga meminta panitia mengecek kembali seluruh aspek teknis menjelang pelaksanaan kegiatan, terutama akomodasi, konsumsi, koordinasi, serta kesiapan pelayanan bagi peserta.

Ketua Panitia Papeda Summit 2026 Julian Kelly Kambu mengatakan sekitar 800 peserta telah terdaftar untuk mengikuti forum tersebut.

"Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang pada hari pertama pembukaan, kemudian sekitar 500 peserta pada hari-hari berikutnya," jelasnya.

Rangkaian kegiatan akan dibuka di Gedung Rambar Jejma, sedangkan agenda utama dilaksanakan di Hotel Aston dan Hotel Vega, dengan sebagian besar aktivitas forum dipusatkan di Hotel Vega.

Julian mengatakan sejumlah pejabat pemerintah pusat telah menyatakan kesiapan hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Sementara kehadiran Menteri atau Wakil Menteri Kehutanan masih dalam tahap konfirmasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan juga direncanakan menjadi pembicara utama sekaligus membuka Papeda Summit 2026.

Selain itu, sejumlah kepala daerah dari Tanah Papua telah diundang untuk menghadiri forum tersebut.

Menurut Julian, Papeda Summit menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi mengenai pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Berbagai isu akan dibahas, mulai dari lingkungan, sosial dan ekonomi hingga pengembangan ekonomi biru, ekonomi hijau, pengelolaan karbon, serta pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat adat.

"Ini untuk kita, dari kita untuk kita. Bagaimana menyamakan persepsi pembangunan berkelanjutan, dilihat dari lingkungannya bagaimana, sosialnya bagaimana, ekonominya bagaimana, kemudian ekonomi biru, ekonomi hijau, karbon dan keterlibatan masyarakat adat. Semua kita bicarakan dan diskusikan di sini," katanya.

Ia mengatakan forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai perspektif antara masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan Papua ke depan.

"Kita duduk bersama sehingga kita berharap ada rekomendasi kebijakan untuk bagaimana masa depan Papua. Papua berkelanjutan, yang tidak meninggalkan air mata bagi generasi, tetapi meninggalkan mata air," ujarnya.

Papeda Summit 2026 juga menjadi bagian dari tindak lanjut kesepakatan dalam pertemuan para gubernur di Timika, Papua Tengah, dan Manokwari, Papua Barat, pada Februari 2026.

Dari forum tersebut, kata dia, lahir rekomendasi kebijakan serta Deklarasi Sorong mengenai pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

"Kurang lebih 130 pembicara dijadwalkan terlibat dalam forum yang berlangsung pada 2-4 September 2026 tersebut," ujarnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.