peezycoineth.vip

Papua Tengah libatkan UGM susun RAD pembangunan berkelanjutan - ANTARA News Papua Tengah

2026-08-26 15:32

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 2025-2029.

Plt. Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah Elieser Yogi di Nabire, Rabu, mengatakan keterlibatan akademisi diperlukan untuk menyempurnakan dokumen agar sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan prioritas pembangunan daerah.

“Dokumen RAD TPB/SDGs sedang dilengkapi dan disempurnakan oleh Bapperida bersama tim dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada,” katanya.

Ia menjelaskan penyempurnaan mencakup penyelarasan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan Papua Tengah dengan target SDGs, kelengkapan data pencapaian dan tantangan, serta penambahan target dan indikator yang selaras dengan RPJMD.

Menurut dia, penyusunan RAD TPB/SDGs telah dimulai sejak Maret 2026 melalui pembentukan tim koordinasi, pemetaan data indikator, analisis situasi, perumusan target, penyusunan matriks hingga penyusunan draf awal.

“RAD TPB/SDGs bukan dokumen yang berdiri sendiri, tetapi menerjemahkan perencanaan pembangunan ke dalam program, kegiatan dan indikator yang terukur,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah Viktor Fun mengatakan dokumen tersebut harus menjadi instrumen kebijakan yang konkret, terukur, terintegrasi, partisipatif dan dapat diimplementasikan.

Ia menilai agenda pembangunan berkelanjutan di Papua Tengah menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan antarwilayah, akses pelayanan dasar, kualitas pendidikan dan kesehatan, kemiskinan, infrastruktur serta pengelolaan lingkungan hidup.

“Jangan sampai Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini hanya menjadi dokumen administratif. Saya ingin agar dokumen ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mengarahkan kebijakan dan program pembangunan di Papua Tengah,” katanya mewakili Gubernur Papua Tengah.

Konsultasi publik tersebut melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi termasuk UGM, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, organisasi keagamaan, media massa serta mitra pembangunan.

Ia mengatakan masukan dari berbagai pihak diperlukan agar setiap target dan indikator dalam RAD TPB/SDGs sesuai dengan kondisi dan kemampuan Papua Tengah.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas data sebagai dasar penetapan kebijakan, target, pemantauan, dan evaluasi pencapaian pembangunan berkelanjutan di daerah.

Penyusunan RAD TPB/SDGs Papua Tengah mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan akan diintegrasikan dengan RPJMD Papua Tengah 2025-2029 yang ditetapkan melalui Perda Provinsi Papua Tengah Nomor 3 Tahun 2025.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.