Partisipasi ASN Peduli Pekerja Rentan di Semarang Baru 38 Persen, Pemkot Terus Genjot |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menggenjot tingkat partisipasi aparatur sipil negara dalam program ASN Peduli Pekerja Rentan. Hingga saat ini, capaian partisipasi program tersebut baru menyentuh angka 38 persen dari total ASN yang ada.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya agar seluruh ASN dapat berpartisipasi. Hal itu ia sampaikan saat penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris di Semarang, Jumat.
"38 persen ASN Kota Semarang sudah berpartisipasi. Ke depan, kita akan tetap berupaya sehingga seluruh ASN bisa berpartisipasi dalam program ini," kata Handi Priyanto.
Kedua ahli waris yang menerima santunan adalah dari almarhum Aris Supriyadi dan Puji Winarsih. Mereka tercakup dalam Program ASN Peduli dan Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang (Pijar Semar). Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan senilai Rp42 juta.
Wujud Kepedulian untuk Pekerja Rentan
Handi menjelaskan, kedua program tersebut merupakan satu wujud kepedulian Pemkot Semarang untuk melindungi jaminan sosial pekerja rentan. Program ini menyasar para pekerja yang tidak terlindungi oleh jaminan dari perusahaan tempat mereka bekerja.
"Kalau karyawan corporate itu kan sudah ter-cover oleh perusahaannya ya. Nah, yang tidak di-cover oleh corporate itu yang di-cover oleh program Pijar Semar dan ditambah ASN Peduli," jelasnya.
Meskipun seluruh ASN dinilai sudah mengetahui program ini, Handi menekankan bahwa partisipasi tidak bisa dipaksakan. Program ini murni berangkat dari rasa kepedulian untuk berbagi kepada sesama. "Sebetulnya sudah diimbau tapi kan ini tidak bisa dipaksa ya. Kita memunculkan kepedulian dari kawan-kawan ASN supaya ada rasa peduli untuk berbagi pada sesama," tambahnya.
Wakil Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY Dedi Darmawan merinci, dari total 13.900 ASN di lingkungan Pemkot Semarang, baru 5.300 orang yang berpartisipasi. Pihaknya bersama Pemkot Semarang akan terus mendorong dan mengimbau para ASN untuk ikut melindungi pekerja rentan.
Kehadiran Negara untuk Keluarga Pekerja
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Mohamad Irfan turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta. Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Harapannya, santunan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh keluarga yang ditinggalkan, baik untuk menyambung kebutuhan hidup maupun sebagai modal membuka usaha baru, sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga," ujar Irfan.
Menurut Irfan, pemberian santunan tersebut bukan hanya bentuk manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, melainkan juga wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko sosial dan ekonomi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara