peezycoineth.vip

Pasokan 500 ribu liter Minyakita disiapkan untuk Tanah Papua

2026-07-28 14:10

Pasokan 500 ribu liter Minyakita disiapkan untuk Tanah Papua

Selasa, 28 Juli 2026 21:10 WIB

Image Print

Kepala Perum Bulog Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari saat meninjau harga minyakita pada salah satu pasar tradisional di Kota Jayapura, Papua, pada beberapa waktu lalu (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Papua dan Papua Barat menyiapkan pasokan sebanyak 500 ribu liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Papua yang akan didistribusikan melalui sembilan cabang Bulog.

Kepala Perum Bulog Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa, mengatakan pasokan Minyakita tersebut kini sebagian masih dalam proses pengiriman ke Papua.

"Jadi memang sebagian pasokan telah diperoleh dari PT Mahesi di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan di tiga wilayah, yakni Sorong, Jayapura, dan Merauke. Sementara itu, pasokan untuk cabang Bulog lainnya masih menunggu pengiriman dari Kalimantan," katanya.

Menurut Mustari, jumlahnya mencapai 500 ribu liter untuk kebutuhan di sembilan cabang.

"Dan memang kami sudah mendapatkan pasokan dari PT Mahesi di Surabaya, tetapi untuk memenuhi tiga cabang, yaitu Sorong, Jayapura, dan Merauke. Sementara cabang lainnya masih menunggu pengiriman dari Kalimantan," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya mengakui sedang terjadi keterbatasan pasokan dari daerah asal dan hal ini tidak hanya dialami Bulog, tetapi juga distributor maupun pelaku usaha lainnya sehingga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi Minyakita di pasaran.

"Selain itu kami juga terus memastikan agar penjual mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter," katanya lagi.

Dia menambahkan Minyakita adalah minyak penugasan pemerintah yang harus diperhatikan harganya sehingga berlaku di tingkat konsumen, bukan di tingkat pengecer.

"Kami berharap para distributor yang memperoleh pasokan Minyakita dari Bulog tidak menjual produk tersebut melebihi harga yang telah ditetapkan karena harga pengambilan di Bulog berada di bawah HET sehingga masih memberikan ruang keuntungan bagi distributor," ujarnya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026