Pelabuhan Kijing jadi pintu utama Ekspor Kalimantan Barat - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan Pelabuhan Kijing ke depannya akan menjadi pintu utama aktivitas ekspor berbagai produk unggulan dari berbagai daerah di provinsi itu.
"Saya minta kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mohon bantuannya agar Pelabuhan Kijing juga segera operasional 100 persen sebagai pelabuhan internasional," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, Jumat.
Dia mengatakan pengoperasian maksimal Pelabuhan Kijing diperlukan untuk mengatasi kendala aktivitas ekspor dari Pontianak akibat keterbatasan kedalaman alur Sungai Kapuas.
Menurut dia, Pelabuhan Kijing yang memiliki akses langsung ke jalur pelayaran internasional dapat menjadi solusi strategis bagi Kalbar dalam memperlancar distribusi komoditas ekspor, termasuk alumina yang kini kembali dikirim langsung dari daerah tersebut.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga terus mendorong penyelesaian infrastruktur pendukung, seperti akses menuju pelabuhan dan pengerukan alur Sungai Kapuas, sehingga rantai logistik Kalbar dapat berjalan lebih efisien.
Di tempat yang sama, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang mengatakan pihaknya terus mempersiapkan fasilitas pendukung di Terminal Kijing dan menargetkan penambahan peralatan untuk memperkuat pelayanan kepelabuhanan.
"Untuk Pelabuhan Kijing tetap kita buka, Insya Allah bulan depan alat datang dari Medan untuk menambah peralatan yang sudah dipersiapkan di sana," tuturya.
Pelindo menyiapkan dua "rubber tyred gantry" (RTG) dan dua "quay crane" (QC) untuk mendukung kegiatan bongkar muat di Terminal Kijing. Penguatan fasilitas tersebut juga dilakukan seiring rencana bertahap mengalihkan sebagian aktivitas kepelabuhanan dari Pontianak ke Kijing.
Farid mengatakan aktivitas ekspor alumina saat ini telah berlangsung rutin sekitar 1.000 boks per bulan dengan tujuan Jepang, Korea Selatan, China, dan India. Ekspor tersebut sebelumnya sempat terkendala regulasi, namun kini kembali berjalan setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah.
"Kita sudah rutin ekspor seribu box per bulan, tujuannya Jepang, Korea, China, dan India. Kemarin memang sedikit bermasalah karena aturan, tetapi alhamdulillah dengan koordinasi pemerintah, ekspor bisa langsung dari sini," katanya.
Menurut Farid, optimalisasi Terminal Kijing diharapkan memperkuat posisi Kalbar sebagai salah satu simpul perdagangan internasional sekaligus meningkatkan efisiensi arus barang dari dan menuju wilayah tersebut.
Penguatan fungsi pelabuhan juga dinilai penting untuk mendorong Kalbar tidak sekadar menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan rantai industri dan perdagangan bernilai tambah sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.