peezycoineth.vip

Pemain dan Eks Pemain Tuntut Perubahan di FIFA, Dorong Pelengseran Gianni Infantino

2026-08-25 08:28

Hervin Saputra

| 25 Agustus 2026, 15:28 WIB

Pemain dan Eks Pemain Tuntut Perubahan di FIFA, Dorong Pelengseran Gianni Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino. X/BundesInsider

AKURAT.CO, Tekanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini datang dari pemain. Tuntutan perubahan disuarakan oleh anggota Panel Suara Pemain (Player's Voice Panel) FIFA, Mikael Silvestre.

Sikap ini disampaikan oleh Mikael Silvestre melalui akun X-nya pada Senin (24/8/2026). "Cukup sudah," tulis eks pemain Manchester United dan Arsenal tersebut.

Unggahan tersebut diunggah-ulang oleh pemain Tim Nasional Inggris Putri, Lucy Bronze, eks pemain Timnas Prancis juara dunia 1998, Emmanuel Petit, dan bekas Kiper Timnas Inggris, David James.

Tanpa menyebut secara gamblang, tuntutan perubahan yang diajukan Mikel Silvestre dipahami sebagai permintaan agar Gianni Infantino lengser dari jabatan Presiden FIFA.

Ini merupakan imbas dari proposal penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diajukan Gianni Infantino beberapa waktu lalu.

Mikael Silvestre menulis bahwa pemain dan eks pemain mengalami kekhawatiran yang sama dengan rencana penjualan saham Piala Dunia oleh Infantino.

Mantan bek Tim Nasional Prancis itu juga mengingatkan bahwa sudah terlalu lama FIFA mengambil keputusan yang tak melibatkan pemain.

https://www.akurat.co/bola/879666/luis-figo-gianni-infantino-harus-pergi-dari-fifa-sekarang

"Kita melihat permainan yang kita cintai jauh mengapung dari nilai-nilai intinya di bawah kepemimpinan FIFA saat ini," tulis Mikael Silvestre.

"Sudah terlalu lama kita melihat keputusan-keputusan besar diambil tanpa pemain diajak berkonsultasi atau dipertimbangkan, dan tanpa menganggap penggemar yang mempertahankan olahraga ini.

"Perubahan diperlukan. Kekuasaan telah mengaburkan kemampuan kepemimpinan saat ini untuk membedakan kepentingannya sendiri dan apa yang terbaik untuk sepakbola."

Silvestre sendiri adalah salah satu dari 16 anggota Panel Suara Pemain yang sejatinya dibentuk FIFA untuk memantau dan memberikan saran dalam hal membasmi rasisme di sepakbola.

Di sisi lain, eks pemain yang kini menjadi Presiden Sepakbola Kamerun, Samuel Eto'o, justru mengambil sikap mendukung Infantino.

Eks penyerang Barcelona dan Inter Milan itu tak percaya bahwa Infantino melakukan kesalahan. Eto'o menyebut bahwa Infantino berjasa membangun sepakbola di negara-negara kecil dan tertinggal.

"Infantino telah mengubah sepakbola. Dia memberikan peluang kepada negara-negara yang tak punya kesempatan untuk ambil bagian di turnamen paling indah, Piala Dunia," kata Samuel Eto'o.

"Dia telah membantu benua (Afrika) kami. Dia membantu federasi kami banyak berkembang secara cepat, dan kami perlu mengutarakan itu."

Nasib Infantino sebagai Presiden FIFA akan ditentukan pada kongres yang akan digelar di Rabat, Maroko, Maret 2027. Kongres tersebut akan menggelar pemilihan presiden FIFA periode 2027-2031.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H

H

Dibuang Barcelona, Ferran Torres Kini Guncang 'Zona Nyaman' Lini Serang PSG

Cara Praktis Menyimpan Foto Instagram di Android dan iPhone

Tak Cuma Angkutan Laut, TransJakarta Diharapkan Kelola Transportasi Udara ke Kepulauan Seribu

Cara Alami Menghambat Pertumbuhan Uban: 7 Metode Terbukti Efektif

OJK Berlakukan Izin Usaha Baru, Jasindo Resmi Ganti Nama