peezycoineth.vip

Pembangunan PSEL Palembang Wujudkan Kota Bersih Berenergi Hijau

2026-07-17 03:41

Gibran meninjau sejumlah fasilitas utama PSEL Keramasan untuk memastikan pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.

Selama peninjauan, Manajer Operasional PSEL Keramasan, Satriawan Kirana, memberikan penjelasan kepada Wapres Gibran mengenai sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan di fasilitas tersebut.

Dia mengatakan, saat beroperasi nanti PSEL Keramasan dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator berkapasitas dua kali 500 ton per hari. Prioritas pengoperasian fasilitas tersebut adalah memaksimalkan pemusnahan dan reduksi sampah secara massal.

Baca Juga: Sambangi RSUD Fatimah Az Zahra Palembang, Wapres Pastikan Kualitas Layanan Kesehatan di Daerah Semakin Meningkat

"Ke depan, (prioritas) kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal," kata Satriawan, melalui keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).

"Dengan seribu ton sampah, kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau, kelistrikan hijau kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang kelistrikannya. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang," tambahnya menjelaskan.

Dalam dialog tersebut, Wapres Gibran turut menanyakan pengelolaan abu yang nantinya dihasilkan dari proses pengolahan sampah.

Menanggapi hal itu, Satriawan menjelaskan bahwa abu tersebut akan diolah melalui proses khusus, sehingga tidak lagi menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), melainkan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.

"Jadi, kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abunya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya," ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Jembatan Musi V, Wapres Dorong Penguatan Infrastruktur Penopang Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Satriawan menambahkan, abu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi maupun konblok.

Pemanfaatan residu tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan nilai tambah dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026, progres fisik pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen. Fasilitas strategis ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Setelah beroperasi, PSEL Keramasan diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan melalui pengurangan volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Way Bungur untuk Pemerataan Akses dan Penguatan Ekonomi Daerah