Pembangunan pusat olahraga nasional buka akses jalan baru ke Tol Lingkar Bogor - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Pembangunan kawasan pusat olahraga nasional di Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan membuka akses jalan baru, yang terhubung dengan Jalan Tol Lingkar Bogor, sehingga memperkuat konektivitas kawasan Bogor Barat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Jabar, Senin, mengatakan pemerintah pusat merencanakan akses khusus menuju kawasan yang akan menjadi lokasi Akademi Olahraga Nasional, Pusat Pelatihan Tim Nasional, serta berbagai arena latihan.
"Rencana pemerintah pusat itu akan ingin membuat bukaan langsung ke lokasi itu. Kalau misalnya ini proyek strategis nasional, pasti akan ada pintu khusus," kata Ajat.
Sejumlah jalan lingkungan menuju kawasan memiliki lebar yang cenderung menyempit, sehingga menyulitkan kendaraan roda empat, bus, hingga truk untuk memasuki lokasi pengembangan.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, direncanakan pembangunan jalan utama berupa boulevard sepanjang sekitar delapan kilometer yang dapat diakses dari jaringan Tol Lingkar Bogor.
Ajat menjelaskan pembangunan akses tersebut juga berpotensi memperkuat jaringan jalan yang telah direncanakan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membuka konektivitas wilayah barat.
Salah satunya Jalan Rancabungur-Leuwiliang yang dalam perencanaan jangka panjang akan terkoneksi dengan wilayah Kemang dan sejumlah jaringan jalan lainnya.
"Jadi nanti ada Jalan Rancabungur-Leuwiliang. Ini sebenarnya perencanaan jangka panjang kita. Hanya karena ini dijadikan proyek strategis nasional dan pusat pun membuat jalan di sini, kurang lebih trasenya hampir sama. Jadi kita manfaatkan itu," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan jalur tersebut nantinya dapat membuka konektivitas dari Leuwiliang menuju Kemang. Koridor itu juga berada tidak jauh dari jalur Bojonggede-Kemang (Bomang) yang tengah dikembangkan Pemkab Bogor.
Pemkab Bogor juga menjaga trase rencana perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju kawasan Dramaga agar tidak terhambat pembangunan lain.
Namun, Ajat menyebut pemerintah daerah belum memperoleh informasi mengenai jadwal pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut karena kewenangannya berada di pemerintah pusat.
"Pembebasan itu dari pusat semuanya. Belum ada informasi kapan pembebasannya. Tapi, biasanya kalau sudah banyak proyek strategis nasional, mereka percepat sendiri," katanya.
Selain melalui jaringan jalan dari arah Bogor, akses awal untuk mendukung mobilisasi pembangunan sport center juga direncanakan dari arah BSD-Serpong melalui kawasan Agrinas.
Pemkab Bogor mengusulkan pembukaan jalan boulevard menuju kawasan sport center dapat dilakukan lebih awal melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
"Pak Bupati kemarin menyarankan itu. Hanya kalau di kementerian pasti mereka lapor dulu ke pimpinan. Itu belum ada jawaban ke kita," kata Ajat.
Kawasan sport center nasional direncanakan menempati lahan sekitar 500 hektare, sedangkan keseluruhan kawasan pengembangan bersama fasilitas Kementerian Pertahanan mencapai sekitar 750 hektare di wilayah Rancabungur dan sebagian Rumpin.
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya menyebut pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun.
Pembangunan fisik direncanakan berlangsung pada 2027-2028 dan seluruh fasilitas ditargetkan selesai pada awal 2029.
Kawasan itu dirancang dilengkapi sekolah khusus atlet mulai jenjang SD, SMP hingga SMA, pusat penelitian olahraga, asrama, serta fasilitas latihan bagi 21 cabang olahraga unggulan nasional.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.