peezycoineth.vip

Pemerintah bangun kebun pembibitan unggul

2026-07-28 23:49

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah membangun kebun pembibitan tanaman perkebunan unggulan seluas sekitar lima hektare di Lampung Selatan guna memperkuat ketersediaan bibit bersertifikat dan meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengoordinasikan kerja sama riset dan teknologi yang melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta Universitas Indonesia Mandiri.

"Sinergi lintas kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan akademisi ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perbenihan nasional yang mandiri, tangguh, dan berbasis riset ilmiah," kata Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Kemenko Pangan berperan mengoordinasikan penyelesaian kendala regulasi dan teknis agar ketersediaan bibit unggul bagi petani dapat terjamin secara berkelanjutan.

Dalam kerja sama tersebut, PTPN I menyediakan lahan hak guna usaha (HGU) seluas sekitar lima hektare untuk pembangunan kebun pembibitan, kegiatan riset, pemuliaan tanaman, dan uji budi daya.

Widiastuti menjelaskan pembangunan kebun pembibitan pada tahap awal difokuskan pada tiga komoditas perkebunan prioritas, yakni kelapa, kakao, dan kopi, yang memiliki permintaan tinggi serta nilai ekonomi strategis.

Riset dan pengembangan teknologi pemuliaan tanaman diarahkan untuk menghasilkan bibit yang memenuhi standar kelayakan nasional, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia.

"Kebun pembibitan ini dirancang agar hasilnya terintegrasi langsung dengan peningkatan produktivitas
perkebunan rakyat," ujar Widiastuti.

Pemerintah, lanjut dia, juga membuka peluang memperluas kegiatan pembibitan kepada komoditas perkebunan lain pada tahap berikutnya. Pembangunan kebun itu menjadi bagian dari program pemerintah memperkuat sektor perkebunan nasional melalui penyediaan bahan tanam berkualitas.

Pemerintah pada 9 Juni 2026 menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa untuk mendukung pengembangan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Secara lebih luas, pemerintah tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai daerah. Anggaran sekitar Rp9,95 triliun dialokasikan untuk mendukung penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat.

Baca juga: Budi daya pertanian berbasis bibit unggul dibangun Bapanas

Program penyediaan benih juga mencakup kopi, kakao, kelapa, pala, jambu mete, dan lada dengan jumlah sekitar 200 juta batang, serta 5,8 miliar mata tunas tebu.

Sekretaris Kemenko Pangan Kasan menyatakan penandatanganan kerja sama (PKS) menjadi fondasi awal pembangunan kebun pembibitan perkebunan nasional yang terintegrasi.

"Tolok ukur utama keberhasilan program ini bukan hanya terletak pada dokumen perjanjian, melainkan pada implementasi nyata di lapangan serta kapasitas kebun
pembibitan dalam memproduksi bibit unggul bersertifikat yang siap dimanfaatkan secara luas oleh
petani dan masyarakat," ucap Kasan.

Pembangunan kebun pembibitan diharapkan menumbuhkan kemitraan perkebunan rakyat berbasis bibit bersertifikat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, BUMN, perguruan tinggi, dan petani.

Kemenko Pangan menilai pengembangan kebun tersebut berpotensi memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian Lampung Selatan melalui peningkatan produktivitas, penguatan kualitas hasil perkebunan, dan pertumbuhan kegiatan ekonomi di sekitar sentra produksi.

Kebun pembibitan tersebut juga diharapkan menjadi rujukan pengembangan bahan tanam berkualitas di daerah lain, memperkuat kemandirian perbenihan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani perkebunan.

Pewarta : Aria Ananda
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026