peezycoineth.vip

Pemkab Bangka Barat fasilitasi Tradisi Sembahyang Rebut di tujuh lokasi - ANTARA News Bangka Belitung

2026-08-26 12:23

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi Tradisi Sembahyang Rebut dilaksanakan warga di tujuh lokasi kelenteng sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya di daerah itu.

"Kita fasilitasi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap upaya pelestarian kebudayaan yang ada di masyarakat sekaligus menggerakkan pembangunan sektor pariwisata," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Rabu.

Fasilitasi kegiatan ini bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal sekaligus upaya memberikan dorongan motivasi kepada masyarakat untuk terus menggelar kegiatan budaya dan pariwisata sehingga perekonomian semakin tumbuh.

Sebanyak tujuh pelaksanaan Sembahyang Rebut tersebut dilaksanakan pada Rabu di Kelenteng Bhakti Mulya Pelangas, Kelenteng Amal Bhakti Dusun Anyai, Kelenteng Lay Ngok Bakit, dan Kelenteng Sekarbiru, sedangkan pada Kamis (27/8) dilaksanakan di Kelenteng Kung Fuk Miaw Mentok dan Kelenteng Bhakti Kelabat, selanjutnya pada Jumat (28/8) dilaksanakan di Kelenteng Fut Tet Khiung Dusun Tayu.

Ia mengharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kelompok masyarakat dengan tujuan melestarikan adat dan budaya lokal tersebut juga bisa membantu mengembangkan daya tarik wisata.

"Pemerintah berupaya agar pelestarian budaya sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas daya tarik wisata, khususnya dari bidang kebudayaan," ujarnya.

Menurut dia, perayaan Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat merupakan agenda tahunan warga keturunan Tionghoa di Bangka Barat yang dilaksanakan bulan ketujuh tanggal 15 menurut penanggalan kalender China.

Warga bersembahyang di kelenteng dengan tujuan mendoakan arwah leluhur yang ada di neraka agar bisa diangkat ke surga, hal ini disimbolkan dengan membakar replika patung dalam rangkaian ritual.

Tradisi Sembahyang Rebut merupakan aset budaya di Kabupaten Bangka Barat yang menjadi salah satu objek pemajuan kebudayaan pada pokok pikiran kebudayaan daerah.

Sembahyang Rebut merupakan ritus atau tata cara pelaksanaan upacara/kegiatan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Contoh ritus lain yang masih dilestarikan dan berkembang di Bangka Barat, antara lain perayaan atau peringatan yang berhubungan dengan kelahiran, perkawinan, kematian, dan ritual kepercayaan lainnya, seperti sedekah bumi, sedekah gunung, tepung tawar, ceriak nerang, ceriak nelam, taber laot, sembahyang pendam, rebo kasan dan lainnya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.