Pemkab Bantul: Realisasi program Gemarikan tahun 2026 capai 87 persen
Pemkab Bantul: Realisasi program Gemarikan tahun 2026 capai 87 persen
Minggu, 12 Juli 2026 17:31 WIB
Siswa SLB Ma’arif Bantul sedang memasak bersama masakan olahan dengan bahan dasar ikan dalam agenda program Gerakan Makan Ikan (Germarikan) di Bantul, Yogyakarta, Jumat (19/6). ANTARA/HO-Pemkab Bantul
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul mencatat realisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) hingga awal Juli 2026, mencapai 87 persen dengan fokus meningkatkan kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini.
Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul Susmawati di Bantul, Minggu, mengatakan hingga awal Juli 2026, sebanyak 675 peserta yang terdiri atas siswa di 22 sekolah dan kelompok masyarakat mengikuti sosialisasi Gemarikan.
"Hingga awal Juli 2026, sebanyak 675 masyarakat telah mengikuti sosialisasi Gemarikan," katanya.
Menurut Susma, pelaksanaan Gemarikan di Kabupaten Bantul saat ini telah mencapai sekitar 87 persen, sehingga menjadi modal optimistis untuk menuntaskan target program hingga akhir tahun.
"Pelaksanaan Gemarikan di Kabupaten Bantul saat ini sudah mencapai sekitar 87 persen, ini pelaksanaan tinggal dua kali lagi dan kemungkinan bisa selesai 100 persen di bulan ini," ujarnya.
Ia menjelaskan sasaran utama Gemarikan tidak hanya pelajar, tetapi juga masyarakat umum melalui berbagai kegiatan edukasi yang dilaksanakan di sejumlah kapanewon bekerja sama dengan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan).
"Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan juga menyasar masyarakat umum melalui forum-forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan)," katanya.
Menurut dia, pelajar menjadi salah satu kelompok prioritas karena pembiasaan mengonsumsi ikan sejak dini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
"Kita menargetkan 760 warga Bantul bisa mengikuti sosialisasi dan praktik di tahun ini," ujarnya.
Selain itu, program tersebut juga memberikan edukasi mengenai manfaat ikan sebagai sumber protein hewani yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
"Harapannya kesadaran konsumsi ikan bisa terbentuk di lingkungan keluarga juga," ujarnya.
Susma mengatakan Gemarikan merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Di Kabupaten Bantul, lanjut dia, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
"Di Bantul, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting," katanya.
Ia berharap meningkatnya konsumsi ikan masyarakat juga berdampak positif terhadap sektor perikanan daerah, karena dapat mendorong permintaan produk perikanan.
"Semakin tinggi kebutuhan masyarakat terhadap produk perikanan, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha pengolahan ikan di Bantul," ujarnya.
Susma menyebut pelaksanaan program Gemarikan dilakukan bersama dengan anggota DPRD Bantul melalui program pokok-pokok pikiran (pokir).
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026