peezycoineth.vip

Pemkab Batang Hari dorong tingkatkan produktivitas perkebunan - ANTARA News Jambi

2026-08-10 08:32

Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang Hari mendorong peningkatan produktivitas sektor perkebunan di tengah semakin terbatasnya lahan dan menyempitnya kepemilikan lahan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Perkebunan (Rakortekbangbun) di daerah setempat 2026, Senin (10/8/2026).

Bupati Kabupaten Batang Hari mengatakan bahwa peningkatan produksi perkebunan tidak lagi bisa hanya mengandalkan penambahan luas lahan. 

Petani harus mampu meningkatkan hasil dari lahan yang sudah ada melalui penerapan ilmu pengetahuan, efisiensi pengelolaan, serta berbagi pengalaman dengan petani yang telah berhasil.

"Produksi perkebunan kita saat ini memang sudah meningkat, tetapi belum optimal. Untuk luas lahan makin hari makin terbatas dan kepemilikan nya kian menyempit," katanya.

Selain itu, ia mengatakan kondisi saat ini menunjukkan masih adanya ketimpangan antara luas lahan perkebunan dengan hasil produksi yang diperoleh. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan sektor perkebunan.

Untuk itu Bupati Batang Hari berharap forum Rakortekbangbun tidak hanya menjadi agenda koordinasi pemerintah, tetapi juga menjadi ruang bagi petani, perusahaan dan koperasi untuk saling bertukar pengetahuan serta mencari solusi atas berbagai persoalan perkebunan.

"Bagaimana dengan keterbatasan lahan kita tetap bisa menghasilkan produksi yang optimal. Caranya tentu dengan ilmu pengetahuan dan saling berbagi pengalaman,"ujarnya.

Selain mendorong produktivitas, Bupati juga menyoroti penggunaan pupuk bersubsidi. Ia menegaskan, pupuk bersubsidi harus diprioritaskan untuk tanaman pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

Namun, para petani kelapa sawit dan tanaman keras didorong untuk mencari alternatif, salah satunya dengan memproduksi pupuk organik secara mandiri.

Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.