Pemkab Berau tawarkan investor bangun pabrik cokelat orientasi ekspor - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membuka peluang investasi bagi penanam modal asing maupun nasional untuk membangun pabrik pengolahan cokelat berorientasi ekspor guna mendorong hilirisasi komoditas kakao unggulan daerah.
"Biji cokelat Berau saat ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dan sudah diekspor ke berbagai belahan dunia. Ke depan, kami ingin memiliki pabrik pengolahan cokelat sendiri di Berau agar nilai tambah ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Samarinda, Minggu.
Sri menjelaskan bahwa komoditas kakao Berau ditanam dengan sistem tumpang sari dan memiliki tingkat kesuburan (pH) tanah yang istimewa, sehingga menghasilkan karakteristik cita rasa unik berupa sentuhan rasa citrus yang diminati pasar global.
Tingginya minat tersebut dibuktikan dengan adanya permintaan pengiriman biji kakao mentah hingga 600 ton per tahun untuk memenuhi pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Prancis, Jepang, Swiss, Belgia, Belanda, dan Jerman.
Meski angka ekspor tinggi, pengiriman komoditas dalam bentuk bahan baku mentah ke luar negeri dinilai memakan biaya logistik yang cukup besar dan tidak memberikan efek ganda yang optimal bagi ekonomi lokal. Oleh karena itu, pembangunan pabrik pengolahan di daerah penghasil menjadi solusi strategis hilirisasi.
"Negara seperti Swiss tidak memiliki kebun kakao, tetapi mereka bisa memproduksi cokelat yang enak. Kita memiliki kebun dan bahan baku mentahnya, sehingga kami mengundang investor yang punya kemampuan teknologi pengolahan untuk berkolaborasi membangun pabriknya di sini," ujarnya.
Untuk menjamin kepastian dan keamanan iklim usaha, Pemkab Berau telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan bagi Penanam Modal.
Melalui payung hukum tersebut, pemerintah daerah berkomitmen memangkas hambatan birokrasi dan memberikan berbagai kemudahan administrasi bagi setiap investor yang masuk.
Keberadaan pabrik cokelat ini nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk menyerap hasil panen pekebun dan membuka lapangan kerja, tetapi juga akan diintegrasikan secara langsung dengan ekosistem pariwisata kelas dunia yang dimiliki Berau.
"Nantinya, turis-turis mancanegara yang datang berwisata ke Berau tidak hanya disuguhkan keindahan alam lautnya, tetapi juga bisa menikmati langsung produk olahan dan cemilan cokelat khas Berau, sehingga perputaran ekonomi masyarakat lokal semakin kuat," tutur Sri.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.