Pemkab Bogor susun peta jalan pengembangan pasar karbon daerah - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menyusun peta jalan pengembangan pasar karbon daerah sebagai langkah membangun ekonomi hijau, sekaligus membuka peluang pembiayaan pembangunan berbasis penyerapan emisi karbon.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa, mengatakan penyusunan peta jalan (roadmap) tersebut menjadi bagian dari strategi daerah untuk mengembangkan potensi perdagangan karbon melalui program penghijauan yang selama ini telah dijalankan secara berkelanjutan.
"Fokus kami membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon merupakan nilai tambah yang bisa dikembangkan pada masa mendatang," ujar Bupati Rudy.
Penyusunan peta jalan itu dibahas dalam rapat bersama PT TUV Rheinland Indonesia yang memaparkan mekanisme perdagangan karbon nasional melalui Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) dan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim atau Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Dalam pemaparan tersebut, Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi mengembangkan Community Based Tree Planting Carbon Program yakni program penanaman pohon berbasis masyarakat yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui penyerapan emisi karbon.
Bupati Rudy menjelaskan pihaknya telah menjalankan program penanaman pohon secara masif dan terstruktur dengan jumlah sekitar 45 ribu pohon yang telah ditanam.
Menurut dia, program penghijauan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Karena itu Bupati Rudy meminta perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia segera menyusun kajian lahan, inventarisasi vegetasi, serta peta jalan pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor.
Ia menilai peta jalan tersebut penting agar daerah memiliki arah yang jelas dalam pengembangan ekonomi hijau, mulai dari pengukuran emisi, penyerapan karbon, proses registrasi, hingga peluang perdagangan karbon di Bursa Karbon Nasional.
"Dengan roadmap yang jelas, kita ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor memiliki manfaat lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola secara berkelanjutan," katanya.
Sementara itu perwakilan PT TUV Rheinland Indonesia Mukhsin Safiq menyatakan siap mendukung Pemkab Bogor dalam pengukuran emisi dan penyusunan program pasar karbon yang memenuhi standar.
"Integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon, menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional," ujar Mukhsin.
Melalui penyusunan peta jalan tersebut, Pemkab Bogor menargetkan pengembangan pasar karbon dapat menjadi salah satu instrumen pembiayaan hijau, sekaligus mendukung pembangunan rendah emisi di tingkat daerah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Bogor susun peta jalan pengembangan pasar karbon daerah
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.