Pemkab Gumas perkuat budaya berpikir kreatif ASN lewat lomba inovasi - ANTARA News Kalimantan Barat
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) berupaya memperkuat budaya berpikir kreatif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Lomba Inovasi Daerah yang dipusatkan di Kuala Kurun.
"Lomba ini merupakan wadah menumbuhkan budaya berpikir kreatif, kolaboratif dan adaptif bagi ASN," kata Bupati Jaya S Monong di Kuala Kurun, Jumat.
Dia mengatakan, tantangan pemerintahan pada 2026 semakin kompleks, sehingga cara-cara lama yang monoton tidak lagi memadai untuk menyelesaikan berbagai persoalan baru di tengah masyarakat yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.
Ia menyebut inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta instrumen penting memperkuat kemampuan mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Keberanian berinovasi harus disertai kemampuan mengidentifikasi potensi risiko, menganalisis dampaknya, menyusun langkah mitigasi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan agar hasilnya optimal bagi seluruh perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Gunung Mas, Richard mengajak seluruh perangkat daerah membangun budaya inovasi yang kolaboratif, berbasis data, berorientasi hasil, dan senantiasa mempertimbangkan aspek manajemen risiko dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan program.
Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali komitmen satu perangkat daerah menghasilkan satu inovasi, seperti yang telah ditandatangani seluruh kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Gumas sejak beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Bapperida Gumas, baru 13 dari 39 Perangkat Daerah yang berperan aktif meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, sehingga capaian ini dinilai masih jauh dari target ideal.
Oleh sebab itu, ia kembali menegaskan agar seluruh Perangkat Daerah wajib mengirimkan minimal satu inovasi setiap tahunnya, bukan hanya berupa ide, melainkan inovasi yang benar-benar dapat diterapkan mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Bapperida Yantrio Aulia, dalam laporan yang dibacakan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Vina Valentina Pasaribu menyebut, penilaian lomba dibagi dua kategori yakni ide inovasi dan penerapan inovasi.
Adapun dewan juri yang menilai lomba tahun ini yakni Stepanus dari BPSDM Kalteng, Dr. Eng. Indrawan P. Kamis dari Universitas Palangka Raya, dan Betri Susilawati dari Setda Kalteng.
"Kegiatan ini diharap dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah dengan menjaring ide-ide baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus sebagai persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award," kata Yantrio.
Pewarta: Rendhik Andika
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.