Pemkab Karawang alokasikan anggaran Rp7 miliar untuk program LKS gratis - ANTARA News Megapolitan
Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar dalam program Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis untuk seluruh pelajar sekolah negeri tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
"Program LKS gratis ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu meringankan biaya pendidikan yang selama ini masih ditanggung orang tua siswa," kata bupati di sela peluncuran program LKS di Karawang, Kamis.
Ia menyampaikan, program ini diluncurkan sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk meringankan beban orang tua murid sekaligus meningkatkan mutu pendidikan dasar.
"Kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar dari APBD untuk memastikan seluruh siswa SD Negeri dan SMP Negeri di Karawang mendapatkan modul pembelajaran ini secara gratis," katanya.
Menurut dia, modul LKS yang diterima menjadi hak milik siswa dan boleh dibawa pulang. Sementara anggaran sekitar Rp7 miliar yang dialokasikan digunakan untuk mencetak modul atau LKS dengan kualitas yang baik sehingga dapat digunakan siswa selama satu semester.
Baca juga: Karawang percepat realisasi program buku LKS SD-SMP gratis
Bupati mengatakan, program LKS gratis mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2026 dan akan diberikan kepada seluruh siswa SD dan SMP negeri di wilayah Karawang.
Untuk materi yang ada di dalam LKS disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk penyempurnaan program ke depan.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Karawang.
Modul LKS gratis ini disusun secara khusus oleh Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) untuk tingkat SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk tingkat SMP.
Dengan adanya materi yang terstandardisasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang mengimbau para orang tua agar tidak lagi membeli buku LKS secara mandiri.
Pihak Disdikbud Karawang memastikan proses pendistribusian modul ke sekolah-sekolah akan segera berjalan secara bertahap setelah seremonial peluncuran ini selesai dilaksanakan.
Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.