peezycoineth.vip

Pemkab Kulon Progo menyalurkan air bersih atasi kekeringan di Pendoworejo

2026-08-12 16:25

Pemkab Kulon Progo menyalurkan air bersih atasi kekeringan di Pendoworejo

Rabu, 12 Agustus 2026 23:25 WIB

Image Print

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menuang air bersih dari tangki ke terpal airi di wilayah Pendoworejo pada Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat menyalurkan bantuan air bersih untuk mengatasi kekeringan dampak musim kemarau di Kalurahan Pendoworejo.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pengiriman air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter milik BPBD merupakan penanganan jangka pendek atau darurat.

"Ke depan kami mengutamakan solusi yang berkelanjutan," kata dia.

Ia mengatakan keterbatasan armada tangki yang dalam sehari maksimal hanya mampu beroperasi empat kali untuk melayani wilayah rawan, seperti Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang sehingga pemkab menyiapkan skema penanganan jangka panjang yang lebih permanen.

"Pemkab berencana mengoptimalkan potensi sumber mata air atau sendang yang debitnya kuat untuk dibersihkan, dirawat, dipompa, dan dialirkan ke penampungan PDAM agar bisa dinikmati masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

Agung mengimbau warga menghemat penggunaan air bersih selama masa kemarau dan aktif melaporkan keberadaan potensi sumber air di wilayah masing-masing untuk diusulkan pembangunan sumur pompa.

"Pemerintah kelurahan harus memetakan potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan dan diusulkan untuk pembangunan sumur pompa," katanya.

Kepala Baznas Kulon Progo Alfanuha Yushida menjelaskan penyaluran air bersih ini didanai melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para ASN serta masyarakat Kulon Progo.

Pada musim kemarau tahun ini, Baznas Kulon Progo telah menyiapkan alokasi 200 tangki air bersih. Sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus 2026, telah tersalurkan 40 tangki atau sekitar 20 persen ke 11 wilayah terdampak.

"Prioritas utama kami adalah memenuhi kebutuhan pokok air minum dan sanitasi harian masyarakat. Sifatnya fleksibel, jika nantinya kebutuhan masyarakat melebihi alokasi 200 tangki, kami siap menganggarkan ulang," katanya.

Warga setempat, Sutiyo (83), mengaku sangat terbantu karena selama kemarau harus menempuh jarak ratusan meter menuju daerah Bibis untuk mengambil air bersih.

"Bantuan ini sangat meringankan beban kami. Biasanya kami harus mengambil air sendiri yang jaraknya cukup jauh," katanya.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026