Pemkab Pasaman Barat optimalkan pembangunan konservasi air-dam parit
Pemkab Pasaman Barat optimalkan pembangunan konservasi air-dam parit
Minggu, 2 Agustus 2026 16:35 WIB
Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura saat ini melakukan optimalisasi pembangunan konservasi air dan dam parit di 10 titik terhadap daerah yang terdampak bencana alam. ANTARA/HO-DTPH. (Upaya jaga ketahanan pangan)
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat optimalkan pembangunan konservasi air atau irigasi dan dam parit di 10 titik atau kelompok tani yang terdampak bencana alam di daerah itu.
"Saat ini pengerjaan perbaikan irigasi atau konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan di 10 titik dengan capaian pekerjaan 70 persen," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Minggu.
Dia mengatakan pembangunan konservasi air irigasi dan dam parit itu dialokasikan sebesar Rp1.229.780.000.
"Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola," ujarnya.
Pihaknya juga telah menyelesaikan optimalisasi lahan bencana di lahan seluas 176 hektare atau di 8 titik kelompok tani dengan total anggaran Rp998.460.000.
Menurutnya pembangunan dan perbaikan sawah dan konservasi air dan dam parit sangat penting dilakukan dengan cepat karena menyangkut dengan ekonomi warga.
"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," ujar dia.
Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan lahan pertanian terdampak karena banjir dan lumpur.
Selain itu, Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.
Usulan itu adalah untuk bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare, rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.