Pemkab perkuat layanan penyakit di 32 puskesmas Jayawijaya
Pemkab perkuat layanan penyakit di 32 puskesmas Jayawijaya
Jumat, 21 Agustus 2026 12:57 WIB
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memperkuat pelayanan penyakit di 32 puskesmas di daerah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis, mengatakan pelayanan kesehatan di 32 puskesmas difokuskan pada lima penyakit pada musim kemarau di antaranya infeksi saluran pernapasan (ISPA), malaria, pneumonia, diare akut dan hypertensi.
“Penyakit yang banyak ditemukan pada 32 puskesmas yang ada di Kabupaten Jayawijaya saat ini adalah ISPA, malaria, pneumonia, diare akut dan Hypertensi. ISPA ini penyebabnya kebiasaan cuaca meskipun saat ini sedang kemarau panjang namun kelembaban udara di malam hari cukup dingin,” katanya.
Menurut dia, malaria masuk dalam daftar kedua, namun penyakit ini setelah pasien di ambil darahnya untuk diperiksa, ternyata ini penyakit yang diperoleh pasien dari luar Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Penyakit malaria merupakan bawaan dari luar daerah artinya malaria ini sudah terjangkit saat pasien ini di luar Wamena, namun ketika kembali ke Wamena barulah diderita,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk penyakit ke tiga pneumonia atau peradangan pada jaringan paru-paru, khususnya kantung udara (alveoli) yang sering disebut sebagai paru-paru basah.
“Pasien ini banyak ditemukan baik di puskesmas maupun RSUD Wamena, gejalanya pun hampir mirip dengan ISPA namun proses pemulihannya membutuhkan waktu yang lama,” katanya.
Dia menambahkan untuk penyakit ke empat adalah diare akut, di mana penyakit ini menyerang sistem pencernaan manusia saat musim kemarau.
“Masyarakat di dataran tinggi sedikit kesulitan untuk mendapatkan air sehingga mereka lebih memilih bertahan dengan air seadanya atau menggunakan sumber air yang tidak bersih,” ujarnya.
Untuk penyakit kelima, sebut dia hypertensi merupakan penyakit yang paling sering ditemui oleh masyarakat yang ada di perkotaan sehingga banyak juga yang membutuhkan perawatan medis di puskesmas.
“Dari lima penyakit ini khusus untuk penyakit kulit skabies tak masuk didalamnya karena jumlah penderitanya tidak sampai dua persen,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026