Pemkab Sikka NTT memastikan tidak ada penumpukan bantuan di posko
Pemkab Sikka NTT memastikan tidak ada penumpukan bantuan di posko
Selasa, 18 Agustus 2026 18:24 WIB
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (kedua kiri) bersama Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa (kiri) dan jajaran di Posko Tanggap Darurat, Maumere, Sikka, NTT, Selasa (18/8/2026). ANTARA/HO-Pemkab Sikka
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur, memastikan tidak terjadi penumpukan bantuan di posko selama proses pendistribusian logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah itu.
“Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap bantuan yang masuk terus diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” kata Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa dalam keterangannya di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan hingga Selasa (18/8), proses distribusi logistik masih berlangsung dari Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang berlokasi di Jalan Mawar, Perumnas Maumere.
“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu (16/8). Untuk wilayah Kecamatan Palue, bantuan dibawa langsung oleh Bupati Sikka bersama anggota Forkopimda Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur,” jelasnya.
Ia mengatakan distribusi bantuan ke Pulau Palue terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi.
Selain Palue, pendistribusian bantuan juga dilakukan secara serentak di 20 kecamatan lainnya di Kabupaten Sikka. Distribusi tersebut dipimpin langsung oleh para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai wilayah dan tugas masing-masing.
“Distribusi secara serentak di 20 kecamatan lainnya dipimpin langsung oleh para pimpinan OPD. Prosesnya berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA tadi pagi dan sampai saat ini masih terus berlanjut,” katanya.
Adapun bantuan logistik yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah Kabupaten Sikka mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan pengungsian, hingga kebutuhan kesehatan dan sanitasi.
Selain kebutuhan konsumsi, pemerintah juga mendistribusikan berbagai perlengkapan pendukung bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian seperti di Kecamatan Palue. Bantuan tersebut meliputi lima unit tenda pengungsi ukuran 6 x 12 meter, 146 tenda keluarga ukuran 4 x 4 meter berwarna oranye dan terpal tenda, 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, 300 paket sembako, 100 kids ware, 10 unit genset, 100 hygiene kit, lima water tank, tiga baterai light power, serta dua charger light power.
Selain penanganan dampak gempa, Pemkab Sikka juga terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana lainnya.
Hingga Senin (17/8), pemerintah telah melakukan pendistribusian bantuan air minum ke wilayah Desa Kringa, menyusul kondisi sumber air masyarakat yang tercemar akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi.
Distribusi air minum tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih dan layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Margaretha mengatakan Pemkab Sikka terus melakukan koordinasi antara Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya agar pendistribusian bantuan dapat berlangsung cepat, tepat sasaran dan merata.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Sikka NTT pastikan tidak ada penumpukan bantuan di posko
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.