Pemkab Solok ajak petani kembangkan bawang merah varietas campion
Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian mengajak petani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti mengembangkan bawang merah varietas campion sebagai komoditas unggulan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi di Solok, Rabu mengatakan pengembangan varietas campion dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alahan Panjang yang mendukung pertumbuhan bawang merah sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani hortikultura.
Bawang merah varietas campion merupakan varietas lokal yang mulai dikembangkan petani di Alahan Panjang sekitar 10 tahun lalu dan terus bertahan hingga kini. Pengembangan awal varietas tersebut dicetuskan oleh kelompok tani setempat.
Alahan Panjang dipilih sebagai salah satu sentra pengembangan karena menjadi kawasan dengan produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Solok. Komoditas tersebut juga dikembangkan di sejumlah wilayah lain di daerah itu.
Saat ini, sentra pemasok bawang merah di Kabupaten Solok berada di tiga kecamatan, yakni Lembang Jaya, Lembah Gumanti, dan Danau Kembar, dengan Alahan Panjang sebagai salah satu pusat produksi terbesar.
Secara keseluruhan, luas tanaman pertanian di Kabupaten Solok mencapai sekitar 13 ribu hektare. Kondisi tersebut menjadi potensi yang terus dikembangkan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor hortikultura dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain bawang merah, Dinas Pertanian Kabupaten Solok juga mendorong pengembangan bawang putih di Kecamatan Lembah Gumanti. Program tersebut mulai dikembangkan bersama Kementerian Pertanian, Unit Bimas, serta jajaran Polres Solok pada 2026.
Baca juga: Mentan RI minta disiapkan konsepsi pengembangan sentra bawang Solok
Baca juga: Pusri bantu peningkatan produksi bawang merah di Solok
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah berharap berbagai komoditas unggulan hortikultura terus didorong, diakomodasi, dan difasilitasi sehingga petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari pengembangan bawang merah maupun bawang putih.
Di sisi lain, pengembangan hortikultura saat ini menghadapi tantangan musim El Nino yang menyebabkan curah hujan berkurang. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi keberlanjutan produksi pertanian.
Untuk mengantisipasi kekurangan air, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana irigasi perpipaan dan perpompaan kepada kelompok tani. Pada 2026, Kabupaten Solok memperoleh bantuan sebanyak 18 unit melalui Balai Pertanian Medan.
Dinas Pertanian Kabupaten Solok juga terus mengusulkan penambahan bantuan irigasi pada 2027, termasuk tambahan anggaran pada 2026 untuk pembangunan jaringan perpipaan berdasarkan usulan kelompok tani guna mendukung produktivitas bawang merah dan komoditas hortikultura lainnya.
Baca juga: Solok jadi produsen bawang merah terbesar Sumatra
Baca juga: Wamendagri apresiasi kemitraan Kopdes Merah Putih dan Sentra Bawang Solok
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.