peezycoineth.vip

Pemko Banjarbaru perkuat pengawasan tata ruang dan antisipasi bencana - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026-09-07 15:20

Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sejak awal, mulai dari pengendalian tata ruang hingga kesiapan menghadapi potensi bencana.

"Kami minta perhatikan tata ruang dan segala potensi bencana sejak dini agar berbagai kemungkinan bisa kita antisipasi," ujar Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni saat memimpin rapat koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Senin. 

Menurut Sirajoni, persoalan tata ruang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dan disepakati kemudian dijalankan dengan baik, perkembangan yang tidak sesuai peruntukan dapat dicegah sejak awal.


Baca juga: BPBD Banjarbaru perkuat kesiapsiagaan bencana bagi penyandang disabilitas
Baca juga: Polres-Pemkot Banjarbaru tingkatkan sinergitas hadapi potensi bencana hidrometeorologi

 

Hal itu juga terkait dengan persoalan keberadaan peternakan babi yang menjadi pembahasan jajaran Pemkot Banjarbaru dan penanganannya dilihat dari aspek ruang sehingga persoalan serupa tidak berkembang menjadi masalah baru.

"Kami minta Dinas PUPR lebih mengoptimalkan pengecekan dan evaluasi terhadap perkembangan pembangunan, terutama untuk memastikan kesesuaiannya dengan tata ruang," tegasnya. 

Ditekankan, mengingat keterbatasan personel, camat dan lurah diminta ikut menjadi mata dan telinga pemerintah di wilayah masing-masing serta segera melaporkan jika ada muncul perkembangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

"Jika sudah terbangun dan sudah beroperasi, akan lebih sulit untuk kita tutup. Kami minta Satpol PP lebih mengoptimalkan personelnya untuk melakukan pengecekan, evaluasi, dan penindakan di lapangan," pesannya.


Baca juga: Antisipasi bencana, PUPR Kalsel siagakan personel dan alat berat
 

Dikatakan, Kota Banjarbaru sudah menjadi Ibukota Provinsi Kalsel sehingga berbagai permasalahan dan potensi yang dapat mengganggu berbagai sisi harus diperhatikan dan diantisipasi sejak dini. 

Selain tata ruang, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana turut menjadi perhatian, terutama karhutla yang kawasannya harus dipetakan sehingga bisa menjadi dasar untuk menyiapkan kebutuhan di lapangan, termasuk akses dan sumber air untuk pemadaman.

"Intinya penanganan kebakaran adalah air sehingga diperlukan sumur atau ketersediaan air yang dapat digunakan untuk pemadaman. Di samping itu juga potensi banjir yang mungkin berganti setelah kemarau juga harus mampu diantisipasi," katanya. 

Ditambahkan, meskipun bencana disebabkan faktor alam, tetapi jangan hanya diam berpasrah diri melainkan harus berusaha melalui kesigapan dan kesiapsiagaan dengan berbagai upaya dan bukan hanya menunggu bencana terjadi baru bergerak.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.