Pemkot Bengkulu gencarkan program SGS guna tingkatkan disiplin pelajar - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, saat ini menggencarkan program Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Go to School (SGS) sebagai upaya untuk mengenalkan disiplin, kepatuhan terhadap aturan dan pembinaan kepada para pelajar di wilayah tersebut.
Pada program tersebut, Satpol-PP Kota Bengkulu tetap mengedepankan langkah preventif melalui program pembinaan langsung ke lingkungan pendidikan.
"Program SGS ini menyasar pelajar tingkat SMP, SMA hingga mahasiswa dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta menghindari berbagai perilaku negatif yang dapat berdampak pada masa depan mereka," kata Kasatpol-PP Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang di Bengkulu, Jumat.
Menurut dia, melalui program tersebut dapat membangun kesadaran hukum dan kedisiplinan di kalangan generasi muda khususnya pelajar melalui pendekatan yang lebih humanis.
Setiap kegiatan SGS tersebut, personel Satpol-PP Kota Bengkulu akan memberikan materi tentang pentingnya menjaga adab, menaati tata tertib sekolah, menghormati guru, mematuhi peraturan daerah, hingga menjauhi berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain SGS, kata dia, Satpol PP Kota Bengkulu juga memiliki program Linmas Go To School yang diperuntukkan bagi siswa usia dini, mulai dari PAUD, TK hingga SD, dan program tersebut lebih menitikberatkan pada edukasi mitigasi bencana melalui metode yang menyenangkan.
"Anak-anak diajak belajar mengenali potensi bencana melalui permainan edukatif, perlombaan, serta simulasi sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka,* ujarnya.
Menurut dia, dengan cara tersebut, diharapkan mereka memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan diri sekaligus tidak merasa takut saat mengikuti materi kebencanaan.
Sahat menyebut dengan adanya dua program tersebut merupakan bagian dari strategi Satpol-PP Kota Bengkulu untuk lebih dekat dengan dunia pendidikan, dan diharapkan agar masyarakat tidak hanya memandang personel sebagai aparat penegak peraturan, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang turut membentuk karakter generasi muda.
"Tujuan kami bukan hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pembinaan sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya disiplin, taat aturan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Dia berharap dengan adanya dua program tersebut maka angka pelanggaran disiplin di kalangan pelajar dapat terus ditekan, dan edukasi yang diberikan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, disiplin, taat terhadap peraturan, serta mampu menjadi teladan baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.