peezycoineth.vip

Pemkot Bengkulu perketat pengawasan antisipasi kecurangan digitalisasi - ANTARA News Bengkulu

2026-09-25 03:57

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, memperketat pengawasan dan evaluasi secara ketat terkait performa dan kepatuhan para juru parkir yang telah melakukan digitalisasi pembayaran nontunai melalui batang kode (barcode) yaitu Qristo Padek.

Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada oknum juru parkir yang melakukan kecurangan ataupun menyalahgunakan fasilitas pembayaran nontunai untuk retribusi parkir di sejumlah kawasan di Kota Bengkulu.

"Jika ada juru parkir yang terbukti berulah seperti sengaja menukar barcode yang telah diberikan dengan barcode lain atau melakukan pelanggaran lainnya, kami tidak akan tinggal diam. Prosesnya jelas, kita buat teguran pertama sampai ketiga. Apabila teguran tersebut tetap tidak diindahkan, maka jukir yang bersangkutan bisa langsung diganti dengan yang baru," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Noni Yuliesti di Bengkulu, Jumat.

Ia menyebut bahwa dengan adanya pengawasan yang ketat dan kolaborasi bersama perbankan, Pemkot Bengkulu optimistis target capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir dapat meningkat signifikan dan dikelola secara jauh lebih akuntabel demi pembangunan kota.

Sebab, penggunaan barcode tersebut dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan, mempermudah pelacakan transaksi, serta menekan potensi kebocoran PAD di sektor parkir.

Noni menerangkan penerapan program modernisasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Bank Bengkulu dan melalui sistem barcode, maka setiap juru parkir yang terdaftar resmi akan dibekali dengan kode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) resmi yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan retribusi daerah.

Untuk penerapan pembayaran menggunakan QRIS tersebut dilakukan di kawasan pertokoan Jalan Soeprapto dan kawasan Pasar Barukoto dipilih menjadi lokasi pertama implemetasi sistem digital ini sebelum nantinya diperluas ke seluruh wilayah Kota Bengkulu.

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu meresmikan digitalisasi pembayaran nontunai melalui batang kode (barcode) yaitu Qristo Padek untuk retribusi parkir di Pasar Barukoto dan kawasan Soeprapto di wilayah tersebut.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan bahwa dengan adanya digitalisasi pembayaran retribusi parkir menggunakan QRIS menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mencegah terjadinya kebocoran pendapatan.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak kaget saat diminta juru parkir melakukan pembayaran secara non tunai.

"Masyarakat jangan kaget ketika mau bayar parkir cukup menggunakan QRIS saja. Sebab penggunaan Qristo Padek juga untuk meminimalisir terjadinya keributan antara masyarakat dan juru parkir karena tidak adanya kembalian jika uang yang digunakan cukup besar nominalnya," terang Dedy.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.