peezycoineth.vip

Pemkot Medan perkuat penerapan ASB d d tingkatkan tata kelola keuangan - ANTARA News Sumatera Utara

2026-08-12 12:33

Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara memperkuat penerapan analisis standar belanja (ASB) guna meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Penguatan ASB tidak sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui serangkaian tindakan nyata yang menyeluruh dan berkesinambungan," ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Medan Citra Effendi Capah saat membuka kegiatan kelompok diskusi terpumpun tentang  ASB di lingkungan Pemerintah Kota Medan di Medan Rabu.

Ia mengatakan komitmen tersebut dapat diwujudkan dengan penguatan koordinasi antara perangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur penyempurnaan dokumen secara berkelanjutan serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

Menurut dia. upaya tersebut menjadi salah satu cara pemerintah kota setempat untuk mengimplementasikan ASB berjalan konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia meminta para aparatur sipil negara untuk tidak memandang ASB sebagai dokumen administratif formalitas, melainkan instrumen strategis yang memandu pemerintah daerah memastikan setiap alokasi anggaran disusun secara rasional, terukur, serta berorientasi pada hasil.

"ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil," kata dia.

Namun, pihaknya menyadari masih terdapat sejumlah tantangan teknis dan praktis dalam memperkuat kebijakan tersebut.

Ia mengatakan masih adanya perbedaan pemahaman dalam penerapan ASB serta perlunya integrasi dan penyempurnaan data antar-organisasi perangkat daerah (OPD).

"Oleh karena itu, forum ini dinilai sangat krusial sebagai ruang diskusi interaktif," kata dia

Melalui forum ini, ia mengajak seluruh peserta berdiskusi secara terbuka, berbagi pengalaman, mengidentifikasi akar permasalahan, hingga merumuskan solusi konkret yang dapat diterapkan bersama secara konsisten.

"FGD (Focus Discussion Group) ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah," ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.