Pemkot Padang Panjang salurkan bantuan sarana budidaya cabai untuk 198 petani
Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan sarana budidaya cabai senilai Rp240 juta kepada 198 petani yang mengelola lahan seluas 9,90 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan menekan laju inflasi daerah.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan produksi cabai mengingat kondisi iklim di daerah itu sangat mendukung pengembangannya.
"Padang Panjang memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung pengembangan tanaman cabai. Mari memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal agar produksi cabai terus meningkat. Kita ingin petani lebih banyak menanam cabai karena iklim Padang Panjang sangat cocok. Jika produksi meningkat, pasokan terjaga dan inflasi juga bisa kita tekan," katanya.
Selain bantuan untuk petani cabai, Pemkot Padang Panjang juga mengalokasikan anggaran Rp60 juta melalui Program Pemanfaatan Pekarangan bagi 200 rumah tangga di 10 kelurahan.
Bantuan tersebut berupa bibit sayuran, pupuk, polibag, dan plastik bibit yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan.
Menurut Hendri, pada 2027 pemerintah kota berencana memperluas dukungan kepada masyarakat melalui bantuan ayam, bebek, dan ikan bagi warga yang memiliki lahan dan memenuhi persyaratan sehingga setiap pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus penambah pendapatan keluarga.
Penyerahan bantuan sarana produksi pertanian itu dilakukan di Aula Lantai II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin. Pada kesempatan tersebut, Hendri juga berdialog dengan kelompok tani untuk menyerap aspirasi terkait kebutuhan kompos, subsidi bahan bakar, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta tingginya biaya pestisida.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, ia menginstruksikan Dinas Pangan dan Pertanian menggencarkan pembuatan pestisida nabati guna menekan biaya produksi sekaligus mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Ia juga meminta dinas terkait mengkaji kebutuhan riil bahan bakar alsintan, meningkatkan produksi kompos, serta menggelar forum diskusi rutin setiap bulan bersama petani agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.