Pemkot Pangkalpinang gencarkan Gerakan ABCDE cegah stunting - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan Gerakan ABCDE dalam rangka mencegah stunting dan menciptakan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
"Gerakan ini merupakan ajakan sederhana dan mudah diingat, namun memiliki makna yang sangat besar untuk melindungi generasi penerus bangsa di daerah ini," kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan Gerakan ABCDE merupakan langkah-langkah sederhana dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mencegah stunting pada anak. Arti Gerakan ABCDE ini yaitu aktif minum tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja putri.
Selanjutnya, bumil (ibu hamil) teratur periksa kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilannya. Cukupi konsumsi protein hewani untuk anak dan ibu hamil. Datang ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak. Eksklusif ASI selama enam bulan penuh untuk bayi.
"Kita terus memperkuat gerakan pencegahan stunting ini dan memastikan setiap keluarga mendapatkan prioritas pelayanan serta pendampingan yang dibutuhkan untuk mencegah stunting ini," katanya.
Ia menyatakan Pemkot Pangkalpinang melalui Gerakan ABCDE ini ingin membangun budaya hidup sehat sejak sebelum kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang secara optimal demi masa depan bangsa ini.
"Pencegahan stunting ini bukan saja tanggung jawab tenaga kesehatan dan pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab setiap keluarga serta masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menambahkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi angka stunting di Kota Pangkalpinang selama 2025 sebesar 14,4 persen atau berada di bawah prevalensi angka stunting nasional sebesar 19,8 persen.
"Kita sudah mencanangkan Gerakan ABCDE ini dan ini harus menjadi budaya masyarakat agar Pangkalpinang ini menjadi kota zero stunting," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.