peezycoineth.vip

Pemkot Samarinda dorong lansia tetap produktif lewat Sidaya - ANTARA News Kalimantan Timur

2026-09-27 05:56

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur terus mendorong masyarakat lanjut usia (lansia) di wilayah setempat agar tetap sehat, mandiri, dan produktif melalui keikutsertaan dalam program Lansia Berdaya (Sidaya)

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda Deasy Evriyani di Samarinda, Sabtu, mengatakan bahwa implementasi Sidaya diwujudkan melalui sekolah lansia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian kelompok lansia yang jumlahnya terus bertambah.

"Pertambahan jumlah lansia menjadi tantangan sekaligus peluang. Kita ingin para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat," katanya dalam wisuda sekolah lansia bertajuk "Menuju Lansia Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat Tahun 2026" yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, Samarinda.

Deasy memaparkan bahwa jumlah lansia di Kota Samarinda mengalami peningkatan dari 85.740 jiwa pada 2024 menjadi 90.980 jiwa pada 2025.

Pada periode yang sama, usia harapan hidup di Samarinda juga naik dari 75,51 tahun menjadi 75,89 tahun.

Menurutnya, peningkatan usia harapan hidup tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup secara riil.

Lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki potensi untuk terus berkontribusi melalui konsep pendidikan sepanjang hayat (long life education).

Pada kesempatan itu, sebanyak 30 peserta diwisuda setelah menyelesaikan proses pembelajaran selama 12 kali pertemuan setiap hari Jumat, terhitung sejak 10 April hingga 3 Juli 2026.

Tercatat peserta tertua berusia 79 tahun dan peserta termuda berusia 60 tahun. Materi pembelajaran yang diberikan mencakup tujuh dimensi Lansia Tangguh, yaitu spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan, yang dikombinasikan dengan pemeriksaan kesehatan berkala.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari pihak Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas dengan pembiayaan melalui dana swadaya non-APBD.

Staf Ahli Wali Kota Samarinda Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sucipto Wasis menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak gereja dan seluruh elemen yang mendukung program swadaya ini.

Menurut Sucipto, Sekolah Lansia menjadi ruang strategis bagi para lansia untuk menjaga kesehatan, memperluas silaturahmi, mempertahankan kemandirian, sekaligus terus berkarya.

"Semakin bertambah usia, semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Karena itu, teruslah berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi berikutnya,” ujar Sucipto.

Ia berharap momentum kelulusan ini menjadi titik awal bagi para peserta untuk terus berkarya dan memberikan manfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat luas.

Dalam acara wisuda tersebut, Pemkot Samarinda juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada narasumber Sekolah Lansia Nunung Herlina serta Kepala Puskesmas Harapan Baru Desi Nursanti Natsir.

Ke depan, DPPKB Kota Samarinda berkomitmen untuk terus mendorong perluasan dan pengembangan Sekolah Lansia hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, dengan target mewisuda sekitar 500 peserta lansia pada 2027.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.