Pemprov: Angka anak putus sekolah di Sulteng turun sekitar 10 persen
Pemprov: Angka anak putus sekolah di Sulteng turun sekitar 10 persen
Jumat, 18 September 2026 12:53 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A.Lamadjido memberikan keterangan kepada ANTARA di ruang kerjanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Muhammad Izfaldi
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan angka anak putus sekolah pada jenjang pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA mengalami penurunan sekitar 10 persen Januari-September 2026.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido di Palu, Jumat, mengatakan penurunan tersebut diketahui berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah program pendidikan yang menjadi prioritas pemerintah daerah, salah satunya Berani Cerdas.
“Setelah kami mengevaluasi itu, ada penurunan 10 persen dari putus sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Kami ingin mengetahui sejauh mana sebenarnya keberhasilan Berani Cerdas,” katanya.
Reny mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pendataan untuk menemukan anak yang masih putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan.
“Jadi, sembari dengan Berani Cerdas, kami mencari mana sebenarnya anak-anak yang putus sekolah dan kami upayakan supaya mereka bisa sekolah kembali,” ujarnya.
Menurut dia, Berani Cerdas merupakan program unggulan Pemprov Sulteng di bidang pendidikan, yang bertujuan meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan bagi masyarakat, dengan target satu rumah satu sarjana.
Selain itu, kata Reny, program Sekolah Rakyat yang merupakan program nasional menjadi salah satu faktor yang turut mendukung penurunan angka anak putus sekolah di Sulawesi Tengah.
Adapun total anggaran yang telah direalisasikan melalui program Berani Cerdas sepanjang 2026 mencapai Rp355,261 miliar atau sekitar 7,28 persen dari total APBD Sulteng sebesar Rp4,7 triliun.
Reny mengatakan anggaran tersebut didominasi pemberian beasiswa kepada sekitar 47 ribu mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah yang tersebar di 401 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan nilai anggaran mencapai Rp260 miliar.
Sementara itu, sisa anggaran Berani Cerdas dialokasikan untuk pemberian BOSDA, biaya SPP bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta, beasiswa cerdas dan bakat istimewa, serta bantuan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK.
Selain itu, kata Reny, pemerintah daerah memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan bagi guru ASN serta mendukung pendidikan profesi.
“Selanjutnya perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital SMA dan SMK, dan terakhir pemberian bantuan seragam sekolah,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026