peezycoineth.vip

Pemprov Jateng buka peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Malaysia

2026-10-08 14:32

Pemprov Jateng buka peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Malaysia

Kamis, 8 Oktober 2026 21:32 WIB

Image Print

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Sunarto. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) membuka peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Malaysia, mulai dari akses kuliah bagi siswa hingga pengembangan pendidikan vokasional.

"Ini memberikan gambaran kepada kita, bagaimana perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Malaysia open untuk siswa-siswa dari Indonesia," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Sunarto, di Semarang, Kamis.

Ia mengatakan perguruan tinggi di Malaysia terbuka bagi pelajar Indonesia, termasuk bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun S3.

Peluang kerja sama itu dibahas dalam Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

Menurut dia, salah satu peluang yang menarik untuk dikembangkan adalah kerja sama pendidikan vokasional.

Siswa SMA dan SMK di Jateng dapat memperoleh informasi dan peluang untuk mengembangkan keterampilan, melalui politeknik yang ada di Malaysia.

Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak hampir 300 ASN di lingkup Pemprov Jateng, di antaranya para kepala sekolah SMA dan SMK, perangkat daerah, termasuk bidang kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, serta Badan Kepegawaian Daerah yang mengikuti kegiatan untuk melihat peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, ada sekitar 10 institusi pendidikan tinggi Malaysia, yang hadir secara langsung.

Sementara itu, Menteri Kedutaan (Pendidikan) merangkap Pengarah Education Malaysia Indonesia Hasnul Faizal Hushin Amri menerangkan kegiatan tersebut merupakan bagian upaya Pemerintah Malaysia menawarkan kerja sama yang lebih luas dengan Pemprov Jateng, terutama di dunia pendidikan.

Menurut dia, Malaysia tidak hanya membawa perguruan tinggi untuk menawarkan program pendidikan S1, S2, dan S3, tetapi juga menawarkan keahlian dan kepakaran untuk dikembangkan bersama di Jateng.

Nantinya, diharapkan tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa, tetapi berkembang pada pendidikan, pelatihan, mobilitas, hingga program KKN internasional dan edutourism.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat delapan perguruan tinggi Malaysia, baik swasta maupun negeri yang hadir bersama sejumlah agen pendidikan.

"Bukan hanya produk-produk pendidikan, tapi juga bagaimana kepakaran ini juga boleh dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat di Jawa Tengah itu sendiri," katanya.

Menurut dia, Semarang dipilih sebagai lokasi program awal karena Jateng dinilai memiliki potensi ekonomi dan kemampuan yang mendukung pengembangan kerja sama.

Ia menyebutkan mahasiswa Indonesia menjadi salah satu kelompok pelajar asing terbesar di Malaysia, dan saat ini sekitar 11.450 pelajar Indonesia tercatat menempuh pendidikan di Malaysia.

"Sejumlah faktor menjadi alasan mahasiswa Indonesia memilih Malaysia, antara lain pengakuan akreditasi, keterjangkauan, serta kedekatan geografis. Dari Semarang, misalnya, perjalanan udara menuju Malaysia dapat ditempuh sekitar dua jam," katanya.

Baca juga: Kabag FSH UIN Walisongo pimpin forum nasional, Abdul Hakim dorong tata kelola fakultas makin strategis

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.