Pemprov Kaltim dan Jateng kerja sama tingkatkan PAD secara mandiri - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah menyepakati kerja sama strategis guna mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara mandiri.
"Kolaborasi antardaerah ini merupakan terobosan luar biasa untuk saling melengkapi dalam membangun Kalimantan Timur, wilayah Ibu Kota Nusantara, maupun Indonesia secara keseluruhan," kata Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud saat menerima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran di Samarinda, Kaltim, Kamis.
Lanjut dia, sinergi yang terjalin melalui kesepakatan bersama pada hari ini mengandalkan keunggulan sumber daya alam Kalimantan Timur serta kekuatan sektor industri pengolahan Jawa Tengah.
Selain menyasar kolaborasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kemitraan makro ini juga melibatkan peran aktif para kepala dinas dari kedua belah pihak.
"Kalimantan Timur siap mendukung kebutuhan energi Jawa Tengah dengan menyalurkan pasokan sekitar 1,5 juta ton batu bara di luar kebutuhan PLTU guna menyokong sektor industri dan UMKM," ujar Rudy.
Komoditas batu bara tersebut dialokasikan secara khusus di luar pemenuhan kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) guna menjamin geliat usaha kecil di Jawa Tengah.
Sektor perkebunan juga turut digarap melalui pengiriman minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari Kalimantan Timur menuju wilayah Jawa Tengah.
"Kekuatan pasar Jawa Tengah yang memiliki populasi hingga 38 juta jiwa merupakan peluang emas bagi hilirisasi hasil bumi daerah kami," sebut Rudy.
Kalimantan Timur saat ini memiliki luasan kebun kelapa sawit mencapai sekitar 3 juta hektare dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 5,2 juta ton CPO.
Sebagai timbal balik dari kerja sama komoditas ini, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen mengirimkan pasokan pangan berupa hampir 10.000 ton beras demi memperkuat ketahanan pangan warga Benua Etam.
"Menghadapi keterbatasan fiskal dan dinamika global yang kurang baik saat ini, seluruh pejabat publik dituntut melahirkan inovasi kreatif demi kesejahteraan masyarakat," tutur Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Melalui keselarasan langkah ini, kedua provinsi berkomitmen untuk meminimalkan tingkat ketergantungan fiskal daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Setiap daerah diyakini pihaknya memiliki kelebihan, kekurangan, kearifan lokal, serta potensi wilayah berbeda yang harus ditumbuhkan bersama sebagai satu kesatuan.
"Saya memerintahkan seluruh jajaran OPD Provinsi Jawa Tengah serta para bupati untuk segera melaksanakan kesepakatan ini," tegas Luthfi.
Kemitraan antardaerah yang diikat melalui perjanjian kerja sama ini memicu pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi tersebut.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.