Pemprov Maluku ajak generasi muda waspadai kejahatan keuangan digital tidak tergiur keuntungan cepat - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mengajak generasi muda di daerah itu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kejahatan finansial berbasis digital.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis mengatakan perkembangan teknologi keuangan memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi, terutama oleh generasi muda yang semakin aktif menggunakan layanan digital.
"Generasi muda harus ekstra waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, dan berbagai modus penipuan digital," kata Hendrik Lewerissa saat Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku di Ambon.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan cepat maupun kemudahan memperoleh pinjaman melalui platform digital yang belum jelas legalitasnya.
Menurut dia, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan menjadi penting agar generasi muda mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan pendapatan untuk ditabung, serta mengambil keputusan keuangan berdasarkan informasi yang benar.
Dia juga meminta masyarakat tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak lain, termasuk PIN dan kode one-time password (OTP), karena informasi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengambil alih rekening atau melakukan transaksi tanpa izin.
"Jangan pernah membagikan data pribadi, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun, dan pastikan selalu menggunakan produk keuangan yang legal dan diawasi OJK," ujarnya.
Ia mengatakan budaya menabung perlu terus ditanamkan kepada pelajar sebagai bagian dari pembentukan perilaku keuangan yang sehat. Upaya tersebut antara lain didorong melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang melibatkan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan sektor pendidikan.
Dirinya menyebutkan Provinsi Maluku sebelumnya mendapat penghargaan sebagai pemerintah provinsi terbaik dalam implementasi program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat nasional di Bekasi, akhir Agustus 2026.
"Capaian ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya menabung di kalangan pelajar di Maluku terus berkembang," katanya.
Selain membangun kebiasaan menabung, menurut dia, literasi keuangan harus diarahkan pada kemampuan masyarakat memahami risiko setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan.
Gubernur menilai penguatan literasi keuangan semakin penting bagi Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, sehingga edukasi mengenai layanan keuangan harus dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk pulau-pulau terluar.
"Karena itu, kita akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, perbankan, dan sektor pendidikan agar edukasi dan akses keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap generasi muda Maluku tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab sehingga terhindar dari jeratan pinjaman ilegal, investasi bodong, judi daring, serta penipuan berbasis digital.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.