Pemprov Maluku salurkan bantuan pada korban selamat KLM Teluk Bara yang tenggelam - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada delapan awak Kapal Motor (KM) Teluk Bara yang selamat dari tenggelam kapal itu di Perairan Tanjung Alang, Kabupaten Maluku Tengah, untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandy Hassannusi di Ambon, Minggu, mengatakan bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para korban setelah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
"Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat memastikan para korban mendapatkan penanganan yang layak. Bantuan yang kami salurkan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah," kata dia.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan meliputi makanan ringan berupa biskuit, selimut, family kit atau perlengkapan keluarga, serta pakaian layak pakai.
Selain menyalurkan bantuan logistik, kata dia, Dinas Sosial bersama Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Maluku terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis para korban tetap terpantau selama proses pemulihan.
"Kami akan terus melakukan pemantauan lanjutan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar kebutuhan para korban, baik secara fisik maupun psikologis, dapat terpenuhi dengan baik hingga masa tanggap darurat berakhir," ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas Ambon, aparat keamanan, masyarakat pesisir Tanjung Alang, hingga relawan yang bergerak cepat membantu proses evakuasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam aksi kemanusiaan ini. Sinergi yang baik ini menjadi kunci sehingga seluruh awak kapal dapat ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon Muhamad Arafah menjelaskan KM Teluk Bara bertolak dari Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan dengan membawa material bahan bangunan.
Namun saat melintas di Perairan Tanjung Alang, kapal dihantam gelombang tinggi sehingga papan kayu bagian bawah terlepas, menyebabkan air masuk lambung kapal hingga akhirnya tenggelam.
"Berdasarkan keterangan nakhoda, kapal dihantam gelombang tinggi. Akibatnya papan kayu bagian bawah terlepas hingga kemasukan air dan karam. Sebelum karam seluruh ABK berhasil melompat dan menyelamatkan diri," katanya.
Tim SAR gabungan memperoleh informasi dari masyarakat Desa Alang mengenai kapal pesiar (Yacht) Salty Dogz berbendera Selandia Baru yang terlihat berputar di sekitar lokasi kejadian. Kapal tersebut diketahui telah mengevakuasi kedelapan ABK yang sebelumnya bertahan di laut selama beberapa jam dengan memanfaatkan papan kayu dan jeriken sebagai alat apung.
Selanjutnya, para korban dibawa ke daratan oleh tim SAR gabungan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menerima bantuan logistik dan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Maluku. Pemerintah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan darurat yang memadai selama masa pemulihan setelah kejadian.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.