Pemprov Papua ajak warga jaga ketertiban saat nobar final Piala Dunia
Pemprov Papua ajak warga jaga ketertiban saat nobar final Piala Dunia
Senin, 20 Juli 2026 11:13 WIB
Suasana nobar final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura. ANTARA/HO-Kadin Papua
Jayapura, Papua (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengajak masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia (Pildun) 2026.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Senin, mengatakan kegiatan nobar tersebut merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak sebagai wadah hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
"Kami juga meminta agar masyarakat yang hadir agar menjaga suasana tetap aman dan kondusif serta tidak mengonsumsi minuman keras maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum," katanya di sela kegiatan nobar di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin.
Menurut Chistian, tempat tersebut merupakan rumah bersama, sehingga warga harus menjaga momentum ini dengan baik, jangan membuat keributan dan jangan membuang sampah sembarangan.
"Dengan begitu, kegiatan nobar final Piala Dunia dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebersamaan," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua, TVRI, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, hingga paguyuban di Provinsi Papua.
"Selain menyaksikan pertandingan final Piala Dunia, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung, seperti pasar murah, bazar UMKM, hiburan dari artis, turnamen domino, serta pembagian 300 hadiah door prize," katanya.
Dia menambahkan pihaknya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pasar murah dan keterlibatan pelaku UMKM.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026