Pemprov Sulteng libatkan perguruan tinggi berantas penyakit tuberkulosis
Pemprov Sulteng libatkan perguruan tinggi berantas penyakit tuberkulosis
Sabtu, 22 Agustus 2026 12:22 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus didampingi Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A Lamadjido saat meluncurkan program Berani Magaya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Moh Salam
Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan seluruh perguruan tinggi di daerah tersebut untuk menuntaskan penyakit tuberkulosis (TB).
"Penanganan TB harus dilakukan secara bersama-sama, sinergi dan kolaboratif," kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat launching program Berani Magaya yakni Berantas infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYang Keluarga di Kota Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan pentingnya keterlibatan lintas sektor dan seluruh kepala daerah serta berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.
"Harapannya melalui program Berani Magaya dapat mengatasi penyakit tuberkulosis dan segera kita lakukan serta kita berkomitmen bahwa dalam 3 tahun ke depan Sulteng bebas TB," ucapnya.
Berdasarkan data pemerintah pusat bahwa penemuan kasus tuberkulosis di Provinsi Sulawesi Tengah ini menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam menemukan kasus tuberkulosis di masyarakat.
Untuk capaian tertinggi pada data tersebut ada di Kota Palu, yaitu sebesar 1.075 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Parigi Moutong sebesar 546 kasus, dan Kabupaten Banggai sebesar 510 kasus. Sementara 10 daerah lainnya itu di bawah 500 kasus.
Menurut dia, komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam merealisasikan target penuntasan TB di Sulawesi Tengah.
"Sebanyak tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta yang bekerja sama dalam penanganan TB seperti Universitas Tadulako, Universitas Alkhairat, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Widya Nusantara, Poltekkes dan STIK Indonesia Jaya termasuk kolaborasi dengan unit layanan kesehatan seperti RS Untad, Lab Kesda Sulteng, Puskesmas dan pemerintah daerah," sebutnya.
Dalam peluncuran program Berani Magaya itu dihadiri pula antara lain Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wamendiktisaintek Fauzan dan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026