Pemprov Sulteng percepat program kelistrikan di 215 titik pada 2026
Pemprov Sulteng percepat program kelistrikan di 215 titik pada 2026
Kamis, 24 September 2026 15:32 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina (kiri) saat memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah di Sulteng dalam kegiatan sinkronisasi usulan program listrik perdesaan, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Moh Salam
Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) untuk mempercepat program pembangunan kelistrikan di 215 titik yang ditargetkan pada 2026.
"Jadi pentingnya pertemuan kali ini untuk mendiskusikan kendala teknis di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat, agar target pembangunan listrik di 215 titik dapat tercapai tepat waktu," kata Sekretaris Daerah Sulteng Novalina di Kota Palu, Kamis.
Ia mengatakan perlu adanya dukungan dan keterlibatan aktif kepala daerah di Sulawesi Tengah untuk mengurai berbagai hambatan teknis yang terjadi di lapangan.
"Percepatan pembangunan jaringan listrik dinilai penting dalam menjaga kelancaran arus kas atau cash flow PLN serta mencegah timbulnya biaya ekstra akibat tertundanya pelaksanaan pengerjaan di lapangan," ujar dia.
Ia mengemukakan Pemprov Sulteng siap memfasilitasi dan mendukung penuh penyelesaian berbagai kendala administratif dan perizinan, termasuk penyiapan lahan hibah untuk pembangunan infrastruktur listrik desa seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
Menurut dia, pihaknya bersama pemerintah daerah di Sulteng memastikan terus memverifikasi serta mengonfirmasi data usulan desa maupun dusun yang belum dialiri listrik secara akurat untuk pengusulan program kelistrikan tahun 2027 mendatang.
"Jadi kami segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta dinas perizinan dalam mempermudah kelancaran perizinan jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan maupun area penggunaan lain, termasuk memastikan hak-hak dasar masyarakat terhadap penerangan dan daya listrik di seluruh wilayah Sulawesi Tengah dapat terpenuhi secara merata," ujar dia.
Novalina berharap pembangunan listrik perdesaan pada 215 titik di Sulawesi Tengah tuntas akhir Desember 2026.
"Pekerjaan rumah kita masih cukup besar karena dari 215 titik, progresnya baru mencapai 7 persen sehingga perlu dioptimalkan pengerjaannya selama tiga bulan terakhir ini," kata dia.
Hingga saat ini terdapat 1.948 desa di Sulteng sudah terpasang listrik.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026