peezycoineth.vip

Pendakwah Oki Setiana Dewi ajak generasi muda NTB bijak bermedia sosial

2026-08-19 10:37
Berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Berpikir dulu sebelum berkata sesuatu.

Mataram (ANTARA) - Pendakwah Oki Setiana Dewi mengajak generasi muda bijak menggunakan media sosial dengan menjaga setiap ucapan, tulisan, dan unggahan agar tidak menjadi sumber fitnah maupun informasi bohong yang merugikan orang lain.

"Berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Berpikir dulu sebelum berkata sesuatu," ucap dia dalam kajian umum majelis taklim di  Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Oki mengatakan media sosial bukan sekadar ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi cerminan karakter seseorang. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau disebarluaskan.

Ia mengangkat kisah Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha sebagai pelajaran tentang bahaya fitnah dan berita bohong.

Dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Sayyidah Aisyah tertinggal dari rombongan setelah mencari kalungnya yang hilang. Ia kemudian ditemukan oleh sahabat Shafwan bin Mu'attal yang mengantarnya kembali ke Madinah.

Peristiwa tersebut lantas dimanfaatkan oleh orang-orang yang menyebarkan tuduhan keji terhadap Sayyidah Aisyah. Berita bohong itu menyebar luas hingga menimbulkan kesedihan dan tekanan yang luar biasa bagi dirinya.

Kisah tersebut, menurut Oki, sangat relevan dengan kehidupan di era digital. Sebuah informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dengan cepat dan berdampak besar terhadap kehidupan seseorang.

Pendakwah kelahiran Batam tersebut mengingatkan bahwa penyebaran hoaks bukan sekadar persoalan membagikan informasi, tetapi dapat menjadi tindakan yang menzalimi dan merugikan orang lain.

Pesan itu sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan tabayyun, yakni memeriksa dan memastikan kebenaran suatu berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Oki juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah melakukan prasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, membuka aib, maupun menggunjing. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, perilaku gunjing bahkan digambarkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal.

Ia mengajak anak muda untuk menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan kebaikan, bukan tempat untuk menyebarkan fitnah, ejekan, atau informasi yang belum terverifikasi.

Setiap komentar, unggahan, maupun informasi yang dibagikan akan meninggalkan jejak digital. Jejak tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari bagaimana seseorang dikenal dan dinilai oleh orang lain.

Pewarta : Fitrah Aulia PKL IAIH Anjani
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026