peezycoineth.vip

Penerbangan dibatalkan mendadak? Ini 7 hal yang harus dilakukan

2026-09-07 15:27

Jakarta (ANTARA) - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandara harus ditutup sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.

Kementerian Perhubungan pada Minggu (6/9) menyebut delapan bandara terdampak penutupan sementara, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu Pagar Alam. Penutupan kemudian diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB karena kondisi sebaran abu vulkanik dan arah angin masih dinamis.

Dampaknya cukup besar. Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara tersebut. Sejumlah penerbangan dari daerah lain juga ikut mengalami pembatalan karena jalur udara menuju Jakarta dan wilayah terdampak belum aman untuk dilalui.

Di Bandara El Tari Kupang, misalnya, delapan penerbangan rute Kupang-Jakarta dan sebaliknya dibatalkan pada Senin pagi. Maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Airjet. Penumpang diberikan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan maskapai.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembatalan penerbangan bisa terjadi kapan saja, terutama ketika faktor cuaca, aktivitas gunung api, gangguan teknis, maupun alasan keselamatan lainnya membuat pesawat tidak dapat beroperasi.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika penerbangan Anda tiba-tiba dibatalkan?

1. Jangan langsung panik

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan mencari informasi resmi. Pembatalan penerbangan memang bisa mengacaukan rencana perjalanan, tetapi biasanya maskapai akan memberikan pilihan penanganan bagi penumpang yang terdampak.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pesan berantai. Periksa status penerbangan melalui aplikasi, situs resmi, layanan pelanggan, atau petugas maskapai di bandara.

Baca juga: Menko IPK: Ada 2.961 penerbangan terganggu akibat erupsi GAK

2. Cari tahu alasan penerbangan dibatalkan

Penting untuk mengetahui penyebab pembatalan karena bentuk penanganannya dapat berbeda. Pembatalan karena faktor keselamatan seperti cuaca ekstrem atau abu vulkanik tentu berbeda dengan pembatalan karena alasan operasional maskapai.

Dalam kasus erupsi Gunung Anak Krakatau, misalnya, penutupan bandara dilakukan karena sebaran abu vulkanik dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Pemerintah menegaskan bahwa pengoperasian kembali bandara dilakukan setelah kondisi dinilai aman.

3. Tanyakan pilihan reschedule atau refund

Setelah mendapatkan kepastian bahwa penerbangan benar-benar dibatalkan, segera tanyakan pilihan yang tersedia kepada maskapai.

Umumnya, penumpang dapat diberikan pilihan berupa perubahan jadwal penerbangan atau refund sesuai ketentuan yang berlaku. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga meminta maskapai memenuhi hak penumpang terdampak penutupan bandara melalui layanan refund maupun reschedule.

Jika jadwal perjalanan masih memungkinkan untuk diubah, reschedule bisa menjadi pilihan praktis. Namun, apabila perjalanan sudah tidak diperlukan, Anda dapat menanyakan mekanisme pengembalian dana tiket.

4. Jangan buru-buru membeli tiket baru

Saat penerbangan dibatalkan, keinginan untuk segera mencari tiket pengganti memang wajar. Namun, sebaiknya jangan langsung membeli tiket baru sebelum mengetahui opsi yang diberikan maskapai.

Bisa saja maskapai menyediakan penerbangan pengganti atau memindahkan penerbangan ke bandara alternatif. Dalam situasi penutupan sejumlah bandara akibat erupsi Anak Krakatau, Kementerian Perhubungan sebelumnya menyiapkan beberapa bandara alternatif, termasuk Kertajati, Juanda, Yogyakarta International Airport, serta bandara di Semarang dan Solo. Penumpang yang penerbangannya dialihkan juga dapat memperoleh transportasi alternatif melalui jalur darat.

Baca juga: Transnusa lakukan penyesuaian operasional imbas abu vulkanik GAK

5. Simpan bukti dan dokumen perjalanan

Simpan tiket, boarding pass jika sudah melakukan check-in, bukti pembatalan, serta komunikasi dengan maskapai. Dokumen tersebut dapat berguna ketika mengajukan refund, reschedule, atau layanan lain dari maskapai.

Jika membeli tiket melalui agen perjalanan atau platform pemesanan tiket, periksa juga prosedur pembatalannya melalui platform tersebut.

6. Tanyakan akomodasi dan kebutuhan selama menunggu

Apabila pembatalan membuat Anda harus menunggu cukup lama di bandara atau bahkan menginap, tanyakan kepada maskapai mengenai bentuk pelayanan yang diberikan kepada penumpang terdampak.

Jangan berasumsi semua maskapai memiliki kebijakan yang sama. Pastikan terlebih dahulu fasilitas apa saja yang tersedia dan bagaimana prosedur mendapatkannya.

7. Pantau informasi terbaru sebelum kembali ke bandara

Pembukaan bandara yang ditutup akibat kondisi tertentu dapat berubah mengikuti situasi di lapangan. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jadwal awal.

Dalam kasus erupsi Anak Krakatau, Kementerian Perhubungan terus memantau penyebaran abu vulkanik dan melakukan pengujian kondisi bandara secara berkala. Pemerintah juga menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas sebelum operasional penerbangan kembali dilakukan.

Karena itu, sebelum berangkat ke bandara, pastikan kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Cara ini dapat menghindarkan Anda dari perjalanan sia-sia ke bandara ketika penerbangan masih mengalami penundaan atau pembatalan, demikian merangkum sejumlah sumber.

Baca juga: 66 penerbangan melalui Juanda batal dampak erupsi Anak Krakatau

Baca juga: Abu vulkanik berbahaya bagi pesawat, ini alasan penerbangan ditutup

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.